Mentan Tantang Ahli Agronomi Hasilkan Inovasi Pertanian 4.0

Mentan Tantang Ahli Agronomi Hasilkan Inovasi Pertanian 4.0

Diposkan: 24 Sep 2019 Dibaca: 229 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, BOGOR- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menantang peneliti dan stakeholder yang tergabung dalam Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) untuk semakin berkontribusi lebih banyak lagi untuk pertanian Indonesia. 

 "Tantangan ke depan, kita harus ikut pertanian 4.0, smart farming yang diimpikan, termasuk pertanian yang berbasis digitalisasi, kita harus jadikan kenyataan," kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat Kongres dan Seminar Nasional PERAGI di Kampus Penelitian Cimanggu, Bogor dilansir dari laman resmi kementerian pertanian, Selasa (24/9/2019).

Amran menuturkan, impian pertanian di masa depan adalah pertanian modern dan sejajar dengan negara maju di sektor pertanian. Karena itu, Amran juga meminta PERAGI untuk bisa mengakselerasikan smart farming dan membuat sesuatu yang tidak mampu dipikirkan orang lain.

Amran mencontohkan pertanian di negara lain yang sudah mampu menghasilkan buah dengan bobot yang fantastis. "Saya tantang Peragi mampu hasilkan semangka dan labu dengan berat 2 ton. Kalau PERAGI mampu, maka akan menggegerkan dunia," tantangnya. 

 Amran merasa hal tersebut bukanlah hal yang sulit karena dengan teknologi. Apalagi Indonesia sudah berhasil membuat jagung 2 tongkol. Bahkan sekarang tengah ujicoba jagung 4 tongkol yang bisa mencapai produktivitas 20 ton per hektar. Contoh lainnya adalah Belgian Blue yang dengan teknologi transfer embrio, sehingga bisa menghasilkan sapi jenis Belgian Blue di Indonesia. 

Ketua Umum Peragi yang sebelumnya menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Prof Andi M. Syakir menuturkan, Peragi optimis mampu mengubah tantangan yang diberikan menjadi sebuah peluang. " Peragi akan merespon tantangan tersebut karena kemajuan pertanian di Indonesia, disiplin ilmu agronomi menjadi pelopor dan induknya," tuturnya. 

 Menurutnya, tidak ada lompatan di bidang onfarm dan produktivitas yang efisien jika tidak didukung oleh agronomi. Karenanya, Peragi harus siap menciptakan, menghasilkan produk pertanian yang bernilai tinggi.

Untuk diketahui, Peragi merupakan sebuah organisasi profesi dan kepakaran yang terdiri dari pakar-pakar basis agronomi, termasuk agropreneur yang bergerak di bidang agronomi. Peragi memiliki potensi besar dalam membangun pertanian Indonesia melalui peran sebagai agronom modern, sehingga produktivitas dan daya saing pertanian meningkat. 

"Dengan adanya modernisasi pertanian, Peragi akan mengimplementasikan ilmunya dan semakin berkontribusi terhadap peningkatan dan efisiensi produksi," tutur Prof Syakir.

 Peningkatan daya saing komoditas pertanian menjadi salah satu fokus Peragi karena hal tersebut merupakan prasyarat penting untuk bersaing dengan negara lain. Terkait daya saing, Peragi akan berperan melalui pengembangan teknologi budidaya yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, sehingga selain dapat mendorong produktivitas juga dapat meningkatkan pendapatan petani. (*)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved