Maslele Berawal dari Keresahan Melihat Ikan Sortiran Tak Terjual

Maslele Berawal dari Keresahan Melihat Ikan Sortiran Tak Terjual
Maslele

Diposkan: 10 Nov 2018 Dibaca: 1233 kali


UMKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Peluang usaha acap kali didapat dari hal yang tak terduga, semisal rasa keprihatinan.

Usaha bertajuk Maslele yang merupakan ditributor ikan dan frozen food yang terletak di Jalan Pasar III  Krakatau ini salah satunya.

Bisnis ini berangkat dari rasa peduli dengan ikan sortiran yang tidak laku terjual. Hal tersebut dikatakan salah satu  owner Maslele, Juliana Nova Wesli kepada ukmkotamedan.com, Sabtu (10/11/2018).

Dijelaskan, Maslele berdiri pada awal tahun 2018 dan kini usianya sudah hampir 1 tahun. Awalnya, Juliana dan kedua rekannya yakni Bambang Yusuf dan Rio Gonzales menjalankan bisnis ternak ikan di kolam ikan di kawasan Percut, Deliserdang. Mereka hanya memelihara ikan sampai besar dan ketika panen langsung dijual ke tengkulak.

Harga yang diberikan tengkulak dikatakannya tidak pernah menggembirakan hingga harga akhirnya sangat anjlok dan bisa dikatakan hancur. Sehingga diakui Juliana, ia dan kedua rekannya sepakat untuk membuka pasar sendiri. Terlebih lagi, banyak ikan sortiran yang terbuang karena tengkulak tidak mau menampung khususnya ikan yang ukurannya besar.

"Ikan yang tidak laku itu kita olah menjadi Frozen food seperti ikan fillet, bakso dan nugget, ternyata banyak yang mau, diputuskan, ikan-ikan sortiran diproduksi secara terus menerus," katanya.

Keinginan melebarkan pasar, Maslele didirikan dengan menjual ikan segar jenis lele, nila, patin, ikan emas dengan harga yang murah dibanding tempat lain.

Untuk harga  ikan lele hanya Rp16.500 sampai Rp17.000. sedangkan ikan mas, patin dan nila berkisar  pada harga Rp30.000.

"Harga kita lebih murah, karena kita distributor, apalagi kita kan langsung ambil dari kolam yang kita pelihara sendiri, tapi kita juga jual ritail jika ada yang mau membeli dengan jumlah kecil", paparnya.

Hampir setahun berdiri, Maslele memang sudah banyak permintaan namun hanya ditingkat rumah makan, sedangkan hotel dan dan restoran belum karena kendala promosi.

Kendati demikian Maslele terus dikenalkan kesemua pihak salah satunya dengan cara mengikuti dan join dengan UMKM di Medan.

"Join dengan UMKM saya diajarkan untuk mengurus izin-izin yang dibutuhkan agar produk saya memiliki nilai jual," ujarnya.

Sejauh ini, masalah terbesar yang dihadapi Maslele adalah  adalah masalah perizinan. Misalnya seperti izin dari dinkes PIRT dan label Halal. Kendati demikian Juliana dan dua rekannya terus berupaya agar usaha yang didirikan dengan semangat ini dapat berjalan lancar. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved