Manfaatkan Uang Pensiun, KPK Lirik Simpati Mahasiswa

Manfaatkan Uang Pensiun, KPK Lirik Simpati Mahasiswa

Diposkan: 21 Sep 2018 Dibaca: 1148 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dari namanya, KPK, sebagian orang mungkin langsung mengidentikkan dengan lembaga anti rasuah Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuat merinding para koruptor.

KPK yang ini ternyata punya kepanjangan yang unik. Kuphi (bahasa Aceh untuk kopi) Punya Kita. Nama yang bisa dibilang kurang lazim untuk menjadi nama sebuah kafe yang biasanya terdapat embel-embel nama Cafe, Coffee, Kopi, ataupun Kafe.

Di tengah banyaknya wirausahawan jenis ini di Medan, Fariz Surahman (32 tahun) dkk mencoba peruntungan di bisnis ini. Bersama tiga rekannya, mereka patungan, usai memilih pensiun dini dari pekerjaannya sebagai karyawan bank (tiga orang termasuk Fariz) serta seorang lagi yang bekerja di bidang lain.

Ditemui di kafe KPK, Kamis (20/9), Fariz mengaku, keputusannya dan tiga temannya untuk mencoba peruntungan di bidang usaha kuliner dan kopi tersebut terinspirasi dari sebuah kafe yang berada dekat dengan tempat usahanya tersebut.

"Awalnya duduk di salah satu cafe dekat dari sini sama teman-teman komunitas. Ngumpul dengan kawan di sana. Cukup banyak ternyata biaya yang keluar sekali duduk. Lalu ada pemikiran, dari pada jajan tempat orang, kenapa tidak buka tempat sendiri? jajan di tempat sendiri," ujarnya kepada ukmkotamedan.com.

Mendapat uang pesangon setelah memutuskan pensiun dini, keempat orang tersebut lalu patungan membuka KPK dengan modal Rp330 juta termasuk renovasi lantai dua ruko kafe tersebut. Berukuran 8x15 meter, 20 Januari lalu, KPK resmi buka melayani konsumen dengan durasi kontrak ruko selama dua tahun.

KPK berada di tempat yang lumayan strategis, dekat dengan sejumlah kampus seperti UIN-SU, Akademi Pariwisata (Akpar) Medan, Universitas Medan Area (UMA) dan Unimed yang gerbang masuknya berada tidak jauh dari KPK.

Lambat laun, target mendapatkan konsumen para mahasiswa kampus sekitar kawasan KPK mulai didapat. "Yang kemari mungkin yang ingin cari suasana baru dan yang biasa ngopi di kafe lain. Ya, Alhamdulillah delapan bulan berjalan, pelanggan cukup ramai," ujar Fariz.

Dua lantai disiapkan untuk pelanggan yang datang dengan fasilitas wi-fi gratis, musala dan toilet di setiap lantai. Sebelumnya, KPK juga menyediakan rental PlayStation 3 dan 4 di lantai 2, namun ditutup lantaran peminat yang tidak sesuai harapan.

"Sekarang, lantai 2 kami jadikan tempat rapat. Jika pelanggan butuh ruangan khusus untuk berkumpul atau rapat, bisa di lantai 2. Sementara jika sedang tidak digunakan, pelanggan kami arahkan ke lantai 2 kalau di lantai 1 sedang ramai," ucap ayah dua anak itu.

Di lantai 1 terdapat 17 meja dengan kapasitas masing-masing empat orang satu meja, begitu juga di lantai 2 kendati jumlah meja lebih sedikit. Jika ingin duduk santai bisa di sofa, sementara yang ingin lebih serius bisa di bangku tegak. Ruko tiga lantai itu tidak seluruhnya digunakan untuk pelanggan KPK. Di lantai 3 menjadi kamar sebagian karyawan yang tinggal di tempat tersebut.

KPK memiliki areal parkir yang cukup luas. Jika parkir di kawasan kafe, pelanggan kata Fariz tidak dikutip biaya alias gratis. Selain karena kebijakan pengelola komplek ruko, Fariz cs menilai langkah tersebut positif untuk pelanggan KPK.

Bertujuan menggaet pangsa pasar mahasiswa, harga aneka makanan dan minuman yang ditawarkan juga dinilai sesuai dengan kantong mahasiswa. Sebut saja kopi panas yang menjadi salah satu minuman yang banyak dipesan, dibanderol dengan harga mulai Rp5 ribu saja.

"Air mineral Rp5 ribu, kopi pancung juga segitu. Harga minuman paling mahal Rp15 ribu. Kalau makanan paling mahal harganya Rp23 ribu (ayam geprek). Ya, kalau kami bilang cocok di kantong mahasiswa," ucapnya.

Soal makanya, selain ayam geprek dan ayam penyet yang paling banyak dipesan, ada pula aneka makanan lain yang cukup komplet yang dimasak seorang koki perempuan. Selain makanan utama, tersedia juga aneka makanan ringan, salah satunya Churros KPK, makanan khas Spanyol yang terbuat dari Terigu, telur dan mentega. Mirip dengan Cahkwe namun Churros jauh lebih lembut dengan saus coklat menambah kenikmatannya.

Untuk kopi, dua barista dipekerjakan dalam dua shift jam kerja, Pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, dan Pukul 17.00 WIB hingga jam pesanan terakhir (last order) Pukul 23.00 WIB. Salah satu minuman andalan KPK adalah KPK Spesial.  Deva (21 tahun), salah satu barista mengatakan, kendati mirip dengan sanger, namun KPK diolah dengan lebih menarik dan rasa yang lebih enak, khususnya untuk penikmat kopi.

"Kalau sanger dia susunya sedikit, tapi KPK susunya lebih banyak, dicampur dengan kopi tarik, susu kental manis dan biji kopi lalu diblender. Untuk hiasan kami taburkan beberapa biji kopi," ucap Deva.

Untuk progres perkembangan KPK, Fariz cukup optimistis. Banyaknya pihak yang akan  membuka usaha di kawasan komplek ruko tersebut menurutnya akan membuat KPK makin maju. "Ada banyak yang akan buka usaha di sini, mart, ada, fitnes center, bank juga ada dua. Mungkin uang sewa selanjutnya akan naik tapi kami yakin KPK akan lebih maju," ucapnya.

Untuk itu, beberapa pembenahan akan dia lakukan bersama ketiga rekannya. Selain menambah menu, pencahayaan KPK juga akan dibenahi. "Termasuk catnya sudah mulai pudar akan kami cat ulang," ucapnya.

Sebagai usaha yang masih berkembang, dia mensyukuri dengan omset yang dimiliki mampu menggaji sembilan karyawannya dan biaya operasional KPK.
"Omset masih jauh, tapi lumayan. Karyawan kita sembilan orang sekarang. Alhamdulillah gaji tertutupi, dan sedang nyicil kembalikan modal kita," pungkasnya.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved