Manfaatkan Limbah Tongkol Jagung Jadi Benda Bernilai Ekonomis

Manfaatkan Limbah Tongkol Jagung Jadi Benda Bernilai Ekonomis
Andi memamerkan handcraft yang berasal dari limbah tongkol jagung yang ia buat dengan berbagai macam bentuk benda seni yang bernilai ekonomis.

Diposkan: 10 Jul 2018 Dibaca: 1944 kali


 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Agus Riadi mengenai memulai ide membangun bisnis dari keprihatinannya melihat limbah tongkol jagung yang dibuang atau dibakar yang justru dapat mencemari lingkungan.

Tak butuh lama, pria kelahiran Pematangsiantar, 27 Februari 1966 ini memanfaatkan tongkol jagung tersebut menjadi benda yang memiliki nilai ekonomis.

Produk seperti kotak tissue, lampu hias, talam, bingkai foto, jam dinding, figura, dan lainnya yang berbahan dasar dari tongkol jagung sudah diolahnya menjadi beragam handycraft di rumahnya Di Jalan Sidorukun/Sidoeling Gang Hibah, Pulo Brayan Darat II Medan.

“Saya mencari banyak informasi dan referensi baik secara langsung maupun browsing melalui internet.  Dan akhirnya memulai mengutak atik bonggol jagung yang diambil dari petani di daerah sekitar pinggiran kota Medan. Berawal dari mengajak beberapa teman, namun banyak yang menolak bahkan meremehkan, akhirnya saya mendapatkan kawan seide untuk mulai membuat kerajinan dari tongkol jagung yang ada. Dan sudah berjalan enam bulan dengan brand Zeamays Original Handycraft,” terang suami Sauliah Batubara ini pada UKMKOTAMEDAN.COM, Senin (9/7/2018).

Dikatakan Andi selama ini tongkol jagung hanya dijadikan sebagai makanan ternak, ternyata bonggol jagung memiliki karakter unik, apabila dilakukan perlakuan yang benar akan seperti kayu. Dan uniknya lagi bisa membentuk bonggol jagung sesuai dengan kreatifitas yang diinginkan

“Namun tidak segampang yang saya pikirkan dan bayangkan, ternyata banyak kendala yang dihadapi untuk menjadikan tongkol jagung menjadi kerajinan yang ramah lingkungan, aman untuk dipajang dan bebas dari serangan jamur dan serangga. Tiada jemu-jemunya, saya terus menggali ilmu dan referensi tentang tongkol jagung, termasuk browsing alamat-alamat pengrajin tongkol jagung di Indonesia. Alhamdulillah Ramadhan kemarin saya dapat berkomunikasi dengan Master Bonggol Jagung yang berasal dari Bogor, Eddie. Ia banyak memberikan masukan, saran dan kritik membangun agar saya tidak jenuh dan menyerah untuk menggeluti kerajinan tongkol jagung,” ucap pria yang sebelumnya usaha jual beli jagung kering.

Memulai usaha handycraft ini memang tak mudah selain kendala tadi, modal juga menjadi kendalanya. Awalnya, dia mengeluarkan modal sekira Rp5 juta namun  belum semua peralatan bisa terpenuhi. Sebab ia dan rekannya saat ini masih butuh beberapa peralatan untuk produksi seperti

Jig Saw dan Kompresor yang sampai saat ini masih belum ada. Andi mengakui bahwa usaha yang ia awali ini dari ketiadaan.

“Untuk saat ini kita belum bisa hitung omset yang terjadi. Tapi secara kasar, profit ya, sekitar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. Masih kecil, memang tapi saya harus yakin bahwa usaha ini akan berkembang. Apalagi yang memanfaatkan bonggol jagung menjadi kerajinan unik bisa dibilang baru kami lah.  Selain itu, berbekal modal hutang sana hutang sini, bersama kedua teman, saya dan rekan saya bisa menggelar pameran perdana di Ramadhan Fair Kota Medan 2018 dengan memajang puluhan hasil olahan kreasi dari Tongkol Jagung atas dorongan teman yang telah lama bergabung di Koperasi UMKM Kota Medan,” bebernya anak sulung dari 5 bersaudara ini.

Saat ini, sambung Andi pasar untuk keperluan rumah tangga yang terbuat dari kerajinan berkembang pesat, dan ini bisa jadi peluang. Kemudian tentunya peluang pasar ke luar negeri juga menjadi tujuannya. Apalagi produk miliknya juga telah memenuhi standar kelayakan untuk ekspor, termasuk bahan yang dipakai semuanya ramah lingkungan termasuk varnish untuk finishing pihaknya menggunakan BioVarnish yang direkomendasikan WHO.


“Kuncinya saya tetap  konsultasi dengan pakar handmade khususnya tongkol jagung, agar produk kita bisa lebih berkualitas. Alhamdulillah permintaan pesanan handycraft kita sudah ada yang dari daerah Jambi, Sumatera Barat, Riau, Siantar dan kota Medan sendiri. Bagi yang ingin memesan bisa melalui WA 081383430033 atau Instagram Kerajinan Tongkol Jagung Medan / @goeshariadh,” pungkas ayah duaorang anak ini. (UKM03)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved