Majukan Kopi Sumatera Utara, Nofri Buka Kafe Hidangkan Kopi Mandailing dan Toba

 Majukan Kopi Sumatera Utara, Nofri Buka Kafe Hidangkan Kopi Mandailing dan Toba

Diposkan: 17 Jul 2019 Dibaca: 1426 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Memang saat ini pertumbuhan kafe di Medan cukup pesat. Selain sebagai bisnis menghasilkan pundi-pundi menyehatkan ekonomi keluarga, usaha kafe juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah promosi suatu produk berkualitas agar dikenal oleh banyak orang.

Seperti yang dilakukan oleh Nofri Wanda Pane (39) warga Jalan Bajak 3 No 21 Kelurahan Harjosari 2 Medan Amplas.

Meski saat ini diakuinya masih bekerja aktif di sebuah perusahaan pengangkutan transportasi bus PT Bilah Pane Sejati namun ia masih bisa meluangkan waktu dengan bisnis barunya yang bernama Batig Coffee .

"Saya masih bekerja di bidang transportasi, tapi karena sekarang tren kopi dan kafe jadi saya sempatkan waktu," katanya.


Memulai usaha ini dikatakan pria yang akrab disapa Dedet ini adalah Untuk memajukan kopi daerah di Sumut dan juga untuk membuat kampung bajak 3 menjadi kampung kuliner. "Bagus sekali respon warga dengan niat saya membuat kampung kuliner karena dulunya jalanan ini sepi setelah ada kafenya sekarang rame, tingkat pencurian juga menurun," ungkapnya.

Adapun kopi yang dapat dinikmati di kafe miliknya ini yakni kopi Mandailing dan kopi Toba, selain ingin mempromosikan kedua jenis kopi ini, dihadirkannya kopi ini agar pengunjung tau bahwa rasanya tiada tanding.

"Kopi kita ini rasanya lebih enak dari kopi Sidikalang dan Aceh oleh karena itu kopi ini layak ada dihati siapa saja," ucapnya.


Untuk memulai usaha ini diakuinya ia harus menjual barang kesayangannya yaitu sepeda motor yang sudah sekian lama menjadi tunggangannya. Dari hasil menjual sepeda motor ia memperoleh modal Rp7 juta.

Ia berharap usahanya ini membuat masyarakat sekitar menjadi terbuka mata hatinya. Dan ia mengaku menjadi pioner dikawasan itu.

"Untuk mewujudkan kampung kuliner di bajak 3 ini saya butuh suport dari pemerintah seperti adanya bantuan mengecat dinding atau tembok yang berada disekitar kafe. Ini tujuannya agar bajak 3 menjadi indah dan berwarna warni.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk bisa mencicipi menu di kafenya itu cukup merogoh kantong Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.

Ia berharap, usahanya ini dapat menyerap tenaga kerja terutama masyarakat dan keluarganya yang belum memiliki pekerjaan. Mengingat saat ini susah menjadi pekerjaan.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved