LPPM USU Beri Bantuan Mesin Cangklong Bagi Handicraft Purun di Desa Cinta Air
Diposkan: 22 Nov 2019 Dibaca: 1366 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan bantuan alat cangklong bagi kelompok pengrajin berbahan baku tanaman purun menjadi aneka produk di Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Pemberian alat tersebut, diharapkan dapat meningkatkan Kualitas produk agar semakin berdaya saing di pasaran.
“Setelah kita melakukan identifikasi, di Desa Cinta Air, kelompok perajin purun disana membutuhkan mesin cangklong untuk meningkatkan kualitas produknya,”ujar Ketua Tim Pengabdian LPPM USU di Desa Cinta Air, Buchari, ST. M.Kes, di Medan, Jumat (22/11/2019).
Anggota tim pengabdian di Desa Cinta Air ini terdiri dari Rahmi Meilina Sari, St, MM(T), dan Dr. Ir. E. Harso Kardhinata, MSc.
Dijelaskan Buchari masa pengabdian tersebut berlangsung sekira enak bulan lamanya. Kegiatannya, untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pengrajin tentang kualitas dan nilai ekonomi produk-produk kerajinan dari purun. Sebab selama ini tampilan produk kerajinan yang dihasilkan umumnya sudah bagus hanya saja masih kurang rapi karena menggunakan mesin jahit konvensional.
Karenanya sambung Buchari, LPPM USU, memberikan bantuan berupa satu unit mesih jahit cangklong. Mesin ini bisa dimanfaatkan perajin untuk menghasilkan jahitan yang lebih rapi pada anyaman purun. Selain itu ada juga bahan asesoris handicraft yang dapat meningkatkan kualitas penampilan produk.
Selain itu kerajinan purun ini juga diberikan sentuhan asesoris yang dapat memberikan keunikan serta menghargai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat setempat. Karena dengan keunikan dan kualitas yang tinggi diharapkan dapat mendongkrak harga jual produk kerajinan purun sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tidak hanya itu, Buchari, bersama tim juga memberikan penjelasan tentang manajemen pemasaran produk serta pentingnya memberikan branding terhapap produk kerajinan purun. Dengan adanya bantuan tersebut, ke depan diharapkan produk kerajinan purun ini bisa naik kelas dan pemasarannya juga semakin luas, baik melalui penjualan langsung, pameran-pameran, maupun media sosial.
Sementara Ketua Kelompok Pengrajin Handicraft Purun, Rosnina Nasution menyebutkan di desa tersebut banyak masyarakat yang mengolah purun menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Namun akibat sentuhan teknologi yang kurang memadai serta pengetahuan kualitas bahan yang kurang dan pengetahuan manajemen pemasaran yang seadanya menyebabkan produk kerajinan ini kurang berkembang. (UKM01/rel)