Lirik Bisnis Kotak Hantaran, Irjie Kaligrafi Pilih Bahan Serat Kaca dan Akrilik
Diposkan: 01 Nov 2018 Dibaca: 1588 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Belakangan ini, usaha kotak seserahan atau kotak hantaran mulai menjamur. Mulai dari yang berbahan tradisional seperti keranjang hingga kotak berbahan mika. Namun kini, kotak hantaran berbahan serat kaca (fiber glasses) dan acrylic (akrilik) jadi alternatif.
Puji (31 tahun) bersama suaminya, Irwan (40 tahun), memilih menjalankan usaha pembuatan kotak hantaran berbahan unik, yakni serat kaca dan acrylic. Kepada ukmkotamedan.com, Puji mengatakan, bahan serat kaca dipakai sebagai wadah, sedangkan akrilik untuk penutupnya.
"Kurang lebih 5 tahun berjalan. Kotak hantaran berbahan fiber dan acrylic sekarang cukup diminati. Memang dulunya, orang lebih banyak pakai yang bahan keranjang, tapi sekarang kurang peminatnya," ujar Puji, baru-baru ini.
Menurut Puji, usaha kotak antaran tersebut merupakan usaha lain Irjie Kaligrafi yang membuat kaligrafi ayat Al Quran serta bingkai yang dimulai 2010 tahun silam. Suaminya yang kebetulan punya beberapa keterampilan memutuskan untuk menjalankan usaha tersebut.
Apa lagi, hiasan kaligrafi tidak setiap saat dibeli orang membuat dia dan suami memutuskan melakoni usaha tambahan. "Suami saya yang mengerjakan dibantu temannya. Hasilnya dibagi dua," ucapnya.
Biasanya kata Puji, sang suami mampu mengerjakan minimal 10 kotak dalam waktu seminggu, kendati menurutnya, kotak hantaran baru dibuat jika ada pemesanan. "Jadi kami membuat kotak hantaran saja, lalu dijual kepada pihak lain yang memiliki jasa dekorasi hantaran," bebernya.
Menurutnya, dari kalangan mahasiswa juga cukup banyak yang memesan kepada mereka. Kalangan mahasiswa itu biasanya memiliki usaha jasa dekorasi hantaran. Selain Kota Medan, pihaknya juga kerap mendapatkan pesanan dari luar Kota Medan seperti kawasan Bengkel di Perbaungan, Tebing Tinggi hingga Pematang Siantar.
Setiap set biasanya terdiri antara enam hingga 10 kotak dengan ukuran yang sama atau berbeda ukuran. Untuk bentuknya, bisa kubus ataupun kotak dengan panjang dan lebar yang berbeda. Dia mengatakan, kotak hantaran berbahan fiber glasses dan acrylic dipilih lantaran tahan lama dan tidak mudah rusak.
"Ukurannya beragam, paling besar 30x60 Cm, 40x45 Cm, 40x35 Cm, ada yang berturut-turut (dari yang kecil hingga besar). Ada yang kotak sisinya sama (kubus), ada yang beda," ucap perempuan berhijab itu.
Berbeda ukuran, berbeda pula harganya. Dari yang kecil hingga paling besar kata Puji, setiap kotak dibanderol dengan harga mulai Rp300 ribu hingga Rp350 ribu. Namun, orang yang memesan biasanya tidak menjual kembali ke pengguna jasa dekorasi hantaran, namun hanya menyewakannya saja.
"Jarang konsumen mereka yang beli sama kotaknya, mereka hanya menyewakan. Yang kerja sama tetap dengan kami baru satu, tapi yang beli musiman cukup banyak. Tapi untuk bingkai mahar (desain mahar uang cantik dalam bingkai) beli langsung. Insya Allah, seminggu sekali ada saja yang beli kotak hantaran," ucapnya.
Menurut Puji, awal tahun hingga musim lebaran Idul Fitri dan Idul Adha cukup banyak yang melakukan pesanan. Namun, bagi yang memesan, bisa melakukan pesanan paling lambat seminggu sebelum diambil. Pemesanan bisa dilakukan melalui nomor telepon miliknya yang juga WhatsApp 085207145003. Sedangkan yang ingin melihat-lihat desain kotak antaran dan bingkai mahar bisa ke akun Instagram miliknya @jie_irjie_kaligrafi.
Kendati fluktuatif, dalam sebulan menurut Puji, dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp5 juta per bulannya hanya dari usaha tersebut. Ke depan, Puji berharap akan ada tempat yang cukup luas untuk tempat pembuatan kotak hantaran tersebut, apa lagi saat ini kata dia, workshop usaha di Jalan Karang Sari Medan Polonia (depan SMAN 2 Medan) harus berbagi dengan usaha pembuatan kaligrafi.(UKM05)