Limbah Seafood Diubah Jadi Mainan Robot dan Hiasan Dinding
Diposkan: 11 Jan 2019 Dibaca: 1105 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Berjalan-jalan ke Kawasan wisata Bagan Percut, Deliserdang atau yang dikenal dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan menemukan berbagai aktivitas masyarakat di sana.
Ada nelayan, penjual ikan, dan ada juga restoran seafood yang tidak pernah sepi pengunjung.
Namun ada yang paling menarik dan pemandangan yang unik saat melangkahkan kaki di kawasan ini.
Tepat di depan TPI ada satu meja yang diatasnya tersusun rapi aneka kerajinan tangan. Kreatif, unik dan pastinya bernilai ekonomi dengan mengubah limbah udang, ciput, juga blankas.
Hasil karya tangan Bustami warga Dusun 18 Bagan Percut DeliSerdang pembuatnya. Bapak yang sudah tidak muda lagi ini mengaku membeli limbah biota laut dari para nelayan. Lalu, hanya berbekal semangat dan bahan bahan dasar seperti cat berwarna terang ia mampu mengubah kulit kerang, cangkang Ciput dan blankas menjadi aneka kerajinan tangan yang bermanfaat juga unik.
Seperti membuat blankas menjadi hiasan lampu gantung. Blankas ia ikat dengan rapi berbentuk melingkar lalu ditengahnya diberi lampu dan gantungan dari tali plastik yang biasa digunakan untuk jemuran.
Namun, meski sederhana hasil karyanya cukup menarik. Begitu juga dengan robot-robot anak, ini dibuatnya dari cangkang Ciput yang ukuranya panjang kenudian di rakit nya dan diberi bunyi-bunyian untuk membuat anak-anak yang jika melintas di lapaknya akan menjadi tertarik.
"Saya beli bahannya dari nelayan, lalu saya buat aneka permainan dan hiasan dinding. Saya membuat ini karena saya senang dan agar pengunjung yang datang kesini bisa membawa buah tangan saat kembali ke kotanya atau kerumahnya," jelas Bustami, Kamis (10/1/2019).
Bustami, mengaku membanderol kerajinan tangannya mulai Rp15 ribu hingga Rp 300 ribu. Tergantung kerumitan dan banyaknya penggunaan limbah Seafood.
Memang di kawasan itu tidak ada yang seperti Bustami. Sehingga warga setempat pun salut dengan kegigihannya dan semangatnya. Tak jarang warga suka melihatnya langsung saat ia sedang memproses karyanya. (UKM06)