Lima Produk Unggulan UMKM Sumut Akan Dikembangkan
Diposkan: 30 Jan 2019 Dibaca: 1115 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sebanyak lima produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumatera Utara akan dikembangkan di pusat trading house (rumah dagang) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) wilayah Sumatera. Langkah ini sebagai upaya pengembangan pemasaran produk ke pasar global.
"Kita berharap Asprindo Sumut untuk menampilkan lima produk unggulan bidang UMKM unggulan yang bisa dikembangkan di trading house Asprindo," ujar Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, Selasa (29/1/2019).
Menurutnya Sumatera Utara memiliki banyak potensi dan produk unggulan yang bisa dikembangkan melalui trading house Asprindo. Seperti sepatu kulit, markisa, kopi. “Markisa ini, tidak ada di daerah lain. Ini bisa dikembangkan, bisa sampai ke luar negeri,”ujarnya.
Selain itu juga,ada beberapa produk unggulan yang bisa dikembangkan seperti bumbu masak, minyak goreng. Jose Rizal juga membandingkan Sumut dengan kepengurusan Asprindo lainnya yang sudah melakukan pemetaan potensi produk unggulan.
Misalnya di Jawa Timur memiliki banyak produk makanan olahan buah dan kerajinan tangan. Demikian dengan Bali, Semarang dan Kalimantan Tengah juga memiliki banyak produk UMKM. “ Di Kalimantan Tengah, banyak juga UMKM anggota Asprindo, mencapai 700 walaupun kecil-kecil,”ujarnya.
Disebutkannya, dengan dipilihnya produk unggulan tersebut, kedepannya akan dikembangkan melalui trading house Asprindo untuk dipasarkan ke internasional. “Ini untuk diangkat di pasar internasional, jadi tidak pasar lokal saja pemasarannya,”ujarnya.
Dia melihat banyak peluang bisnis yang bisa ditangkap dengan adanya program ini. Tidak hanya sekedar memasarkan produk UKM, hasil pertanian, hasil industri semisal sepatu, sandal, makanan yang bisa diekspor, namun juga memfasilitasi kebutuhan impor untuk bahan baku.
Untuk diketahui, Jose Rizal sebelumnya mengatakan trading house incorporate ini akan bekerjasama dengan trading house internasional yang berpusat di Jakarta dan akan membuat kontrak pada Pebruari mendatang. Sedangkan untuk realisasi ekspor ditargetkan akan dimulai Maret mendatang dengan membidik pasar utama Eropa.
Sementara Direktur Trading House untuk Sumatera, Kabir Bedi menyebutkan untuk produk unggulan ini, pihaknya sudah melakukan pemetaan. Saat ini, produk unggulan UMKM Sumut yang memungkinkan untuk dikembangkan di trading house Asprindo masing-masing, kopi, minyak goreng, minyak atsiri, sepatu dan makanan dan minuman ringan.
Bahkan saat ini sambungnya, Asprindo sudah mendata sebanyak 70 produk UMKM yang akan bergabung dalam trading house tersebut.“Saat ini, kita sudah mendata ada 70 an UMKM, dan pendataan ini berjalan terus,”ujarnya seraya menambahkan pihaknya menargetkan tahun ini, jumlahnya mencapai 200 an UMKM.
Setelah melakukan pendataan sambug Kabir, produk para UMKM ini, nantinya akan dibuatkan katalog, untuk kemudian melalui trading house dipromosikan ke pasar global terutama Eropa. “Pandangan saya untuk Sumut, pertama Asia Tenggara dulu. Karena ini, paling dekat dan budayanya yang hampir sama, ini fokusnya. Untuk Eropa, itu ada beberapa produk seperti atsiri dan kopi,”pungkasnya. (rel)