Lestarikan Kudapan Khas Melayu, Denasya Hadirkan Roti Canai Beku
Diposkan: 30 Nov 2018 Dibaca: 1243 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Roti Canai adalah roti yang berbentuk pipih dan enak dikonsumsi dengan taburan gula diatasnya. Bahkan, saat ini banyak juga gerai yang menginovasikannya dengan keju, coklat, dan susu.
Roti Canai juga dikenal sebagai yang makanan khas India dan Arab, namun juga menjadi kudapan khas Melayu. Dimana makanan yang terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan sejumlah bahan dasarnya seperti mentega dan telur ini merupakan camilan yang kerap disajikan pada acara-acara adat Melayu.
Ade Wahyuni Azhar, owner rumah kudapan Denasya sengaja menjalani usaha roti Canai guna melestarikan makanan khas Melayu ini agar terus lestari.
Roti Canai milik Ade Wahyuni Azhar ini dirintisnya sejak tahun 2017 lalu. Agar tahan lama, roti Canai dijual dengan cara Frozen atau dibekukan.
"Saat ini saya sedang konsen pada Produk Canai frozen Alasannnya agar lebih tahan lama. Tau sendirikan, karena roti Canai dibuat dari tepung dan telur jadi cepat basi. Karena itulah saya masak setengah masak lalu saya packing dan dibekukan," katanya.
Dijelaskannya kepada UKMKOTAMEDAN.COM Kamis (29/11/2018) saat mengikuti bazar pada kegiatan Indonesia internasional Bikers di Lapangan Benteng Medan, sebelum merintis usaha roti Canai, dia sudah terlebih dahulu menjalani sejumlah usaha kudapan seperti abon dari bonggol pisang, kemudian sirup salak, dan dilanjutkan dengan membuat saos tomat.
Namun, karena kendala kemasan dan juga sulit dalam pemasaran dan pengembangannya , usaha tersebut tidak dilanjutkan dan akhirnya menjalani bisnis si roti pipih ini.
Ade mengatakan sebelumnya kemasan roti Canai hanya di paking satu-satu dan pemasarannyapun hanya kepada orang yang mau jual dan bebas mau buat nama sendiri atau tidak.
Namun, kini di tengah mudahnya memperoleh kemasan yang cantik dan berkualitas, roti Canai miliknya pun kini sudah tampil lebih menarik dengan kemasan aluminium foil.
"Dulunya kita jual persatu biji dan karena keterbatasan pemasaran jadi kita pake orang yang mau jual dan mau buat nama sendiri saya biarkan . Karena kita masih mencari solusi," ungkapnya.
Untuk memenuhi permintaan, ia memproduksi Canai 3 hari sekali dikisaran 30 pac. Jika ada permintaan atau pesanan ia menambhakan 10 pac, agar stok Canai terus ada.
"Kita baru produksi 30 pac per 3 hari sekali. Saat ini saya masih memasyarakatkan makanan ini sebagai makanan Melayu. Di Medan sendiri susah memasarkannya karena tesnya masakan Medan lebih asin dan pedas," jelasnya.
Sementara itu, terkait harga, Ade membandrol Canai Frozen dimulai Rp35 ribu sampai Rp 45 ribu. Dengan dua varian rasa yakni original dan coklat. (UKM06).