Lebih Menguntungkan, Suci Peranginangin Beralih dari Bertanam Sayur ke Strawberry

Lebih Menguntungkan, Suci Peranginangin Beralih dari Bertanam Sayur ke Strawberry

Diposkan: 05 May 2019 Dibaca: 965 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, KARO-Suci Boru (43)  Peranginangin warga Jamin Ginting, Kabanjahe, awalnya merupakan petani sayur-sayuran tetapi akhirnya memilih bertani strawberry di Karo karena menilai lebih untung.


Karo memang terkenal dengan tanahnya yang subur sehingga masyarakat  bebas  mau bertanam apa di lahan miliknya. Sepeti Suci ini, diakuinya dulunya di lahan seluas setengah hektar milik mertuanya itu ia bercocok tanam jenis sayur-sayuran. Seperti kentang, cabe, dan juga tomat. Sayangnya karena harga yang tidak menentu ia terpaksa banting setir.

Lahannya itu kemudian digantinya dengan tanaman buah yaitu strawberry. Bukan itu saja nande-sapaan akrabnya  juga menjadikan ladangnya sebagai agrowisata. Masyarakat dapat membeli strawberry itu dengan memetik sendiri.

Perlahan lahannya yang terletak di Jalan Pelawi Kecamatan Dolok Rakyat Kabupaten Karo itu pun berubah menjadi kebun strawberry yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Ini saya rintis sejak tahun 6 tahun lalu, dulu lahan ini kutanami kentang, tomat, cabe dan sayuran. Tapi kutengok harganya tidak jelas dan tidak menggembirakan akhirnya kubuatla lahan ini menjadi kebun strawberry. Ini kebun mertuaku. Karena sudah tua jadi kami  yang meneruskan," jelasnya.

6 tahun lalu diawalinya dengan menabur bibit tetapi Perkembangannya sangat lama sehingga menjadi lama panennya. Ia pun mengaku terus belajar dan menggali ilmu dari beberapa sumber. Dan sekarang ia tidak lagi menanam strawberry dari bibit melainkan langsung dari sulur strawberry.

Berkebun strawberry ini dikatakanya tidak mudah seperti yang dilihat sekasat mata. Strawberry merupakan tanaman yang manja. Jika musim hujan, buahnya akan busuk dan rontok, lain halnya jika musim kemarau kalau tidak disiram secara rutin buahnya akan berukuran kecil. Kendati demikian ia menyenangi berkebun strawberry. Karena ia akan banyak pengunjung yang berdatangan dari mana-mana.

"Memang agak sulit merawat tanaman strawberry ini tapi aku senang karena banyak pengunjung bergantian datang ke kebun untuk memetik strawberry," ujarnya.

Diakuinya, dari kebun ini pulalah ia bisa menyekolahkan putranya hingga ke bangku kuliah. Diakuinya ia sangat bangga anaknya bisa melanjutkan sekolah meskipun ia dan suaminya  harus terus menjaga kebun strawberry mereka tetap sehat dan menghasilkan buah yang sehat pula.

Dalam sehari kebunnya bisa dikunjungi 200 pengunjung. Rata-rata membawa keluarganya."Mereka sambil memetik sambil berfoto," ungkapnya.

Untuk harga Rp80 ribu/Kg baik petik sendiri maupun membeli langsung yang sudah disediakannya di dalam keranjang dan juga ada  yang kemasan.

"Pengunjung di sini dalam sehari bisa mencapai 200 pengunjung, rata-rata datang ingin memetik sendiri, harga sama saja kubuat Rp 80 ribu/kgnya," bebernya.

Ia berharap Tanah Karo ramai pengunjung, sehingga pengunjung di kebunnya menjadi ramai. Dan ia ingin tetap eksis bertanam strawberry karena menguntungkan. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved