Lebarkan Sayap Strategi Laksmi Bertahan dari ‘Gempuran’ Produk Impor
Diposkan: 09 Oct 2018 Dibaca: 988 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dalam membangun bisnis diperlukan strategi dan inovasi agar bisa tetap eksis tengah semakin ketatnya persaingan. Terlebih dengan ‘gempuran’ produk impor yang terus membanjiri pasar sejak tahun 2005.
Sehingga tidak sedikit pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ‘tumbang’ bahkan ‘tergilas’. Namun tidak jarang pula ada usaha yang tetap bertahan dan eksis hingga saat ini.
Seperti Laksmi, pelaku usaha asesoris asal Jogja dengan branding Laksmi Souvenir. Laksmi menjadi satu dari dua pelaku UMKM asal Jogja yang berpartisipasi dalam pameran dan bazaar Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII di areal Gedung Serba Guna Pemprov Sumut.
Dituturkan Laksmi, pertama kali memulai usaha asesoris ini sekira 10 tahun silam. Awalnya dia menggunakan bahan baku perak dalam menghadirkan setiap karyanya. Namun mahalnya harga bahan baku membuatnya beralih ke tembaga.
“Awalnya itu kita buat asesoris, dengan bahan baku perak,”ujarnya, Selasa (9/10/2018).
Pertama kali merintis usaha asesoris ini, harga perak sebutnya masih Rp 5 juta per kg. Namun, seiring perjalan waktu, harganya terus melambung hingga mencapai belasan juta. Sementara, peminat akan perak juga merosot.
Tekanan ini yang membuatnya tertantang untuk bisa tetap bangkit. Apalagi beragam asesoris import semakin banjir dipasaran dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk handmade. Karena konsumen biasanya akan selalu selalu mencari harga murah.
“Jadi mereka bandingkan dengan barang yang sama dari China, dan Korea. Kita punya, bros susun tiga diharga kita Rp 150 ribu, yang produk China bisa dapat Rp 50 ribu, bahkan bisa dibawah itu,”ujar Laksmi yang mengaku optomis beragam kreasinya akan tetap diminati konsumen.
Ditengah ‘hantaman’ tersebut Laksmi tetap bertahan dan berjuang dengan menghadirkan inovasi dan strategi. Salah satunya dengan melebarkan sayap bisnis dari asesoris merambah ke batik.
“Jadi usahanya, tidak hanya itu. Saya tambah usaha batik. Tapi ke sini tidak bawa batik karena sudah ada teman yang bawa,”ujar Laksmi yang menawarkan produknya mulai harga Rp 35 ribu persatuanya. (UKM01)