Lanjutkan Semangat Perjuangan Kartini, Perempuan Harus Berpikir Out of the Box
Diposkan: 22 Apr 2019 Dibaca: 727 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kartini sebagai inspirator yang semangat dan cerdas, patut diteladani setiap orang. Khususnya, dalam memperjuangkan harkat dan martabat kaum perempuan, melalui pendidikan sebagai jalur yang harus ditempuh untuk memperoleh kesetaraan dengan kaum laki-laki.
Sebagaimana dalam pertemuan komisi status perempuan di markas PBB New York yang dihadiri sekitar 9000 peserta UN Women dan Dewan Ekonomi dan Social PBB (ECOSOC, Economic and Social Council) Maret 2019 lalu, kesetaraan gender merupakan sesuatu hal yang harus diperjuangkan.
Ketua Umum KOWANI, DR. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, MPd, Sabtu (20/4/2019) mengatakan, pertemuan komisi status perempuan tersebut sangat sejalan dengan semangat perjuangan Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia. Sehingga pendidikan menjadi sangat penting bagi perempuan agar lebih terampil dalam melakukan kewajiban sebagai ibu.
Perempuan sambungnya wajib mendapat pendidikan, karena perempuan sebagai calon ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi seorang anak.
Melalui pendidikan, perempuan dapat maju dan memiliki ilmu untuk mendobrak tradisi yang membodohkan, dan melalui pendidikan seorang perempuan dapat menentukan jalan hidup serta kemandiriannya.Perempuan juga perlu dibekali dengan pendidikan karakter agar dapat mendidik generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul dan memiliki akhlak yang mulia.
"No Women and Girl Left Behind. Tidak ada perempuan dan anak perempuan tertinggal dibelakang, mengingat peran dan tanggung jawab besar perempuan Indonesia sebagai ibu bangsa yang membina generasi penerus masa depan bangsa, membangun karakter dan mentalitas bangsa. Mmenjaga moral keluarga dan masyarakat, menjaga lingkungan alam agar tetap dapat dinikmati oleh anak cucu serta dapat berperan aktif menggerakkan ekonomi keluarga, ekonomi masyarakat dan bangsa,"ujarnya.
Perempuan sambungnya harus cerdas. "Cerdas ini meliputi cerdas kodrati [tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan], cerdas tradisi [tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan], cerdas sosial [tahu tata pergaulan sosial yang membangun karakter] dan cerdas profesi [hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang] dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas,"ujarnya.
Perempuan sambungnya harus dapat berpikir “out of the box”, yang inovatif dapat mengatasi problem masa depan yang jauh beragam dan tidak biasa biasa saja. “Think Equal, Build Smart, Innovate for Change, perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan. Pasti ada tantangan yang dihadapi, mari bersatu fokus dalam melanjutkan semangat perjuangan ibu Kartini,”pungkasnya.(UKM01)