Kue Bika Khas Sumatera Barat Ini Menjadi Panganan Istimewa di Medan
Diposkan: 22 Aug 2019 Dibaca: 1237 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Di Sumatera Barat, kue bika cukup terkenal dan menjadi salah satau panganan pilihan. Biasanya Kue Bika dikonsumsi ditemani dengan teh manis panas atau secangkir kopi.
Bagi anda warga Medan tak perlu harus jauh-jauh ke Sumatera Barat untuk mencicipi kue ini. Karena di Medan ada satu gerai penjual kue ini tepatnya di Jalan Amaliun Medan.
Jika melintas di gerai sederhana yang hanya menggunakan steling kaca rakitan sendiri, dan tumpukan sabut kelapa dan juga kepulan asap jangan tancap gas, anda harus berhenti karena sayang sekali jika tidak mencoba penganan cemilan tradisional yang menggabungkan rasa, seni dan kecintaan terhadap tradisi.
Ilham (23) warga Jalan Amaliun Gang Laksamana mengatakan usaha ini sudah berjalan selama 20 tahun lebih. Dulu dirintis oleh ibunya (Nurmalis) dan saat ini usaha ini dijalankannya bersama dengan adiknya.
Dijelaskannya, kue bika yang ia jual adalah khas Sumatera Barat. Keistimewaan kue ini adalah pada proses pemasakan. "Adonan kue dimasukkan ke dalam lembaran daun yang sudah dicetak yang disesuaikan dengan cetakan kue, kemudian cetakan kue yang sudah penuh dengan adonan kue Bika dibakar diatas anglo menggunakan bahan bakar Arang dan sabut kelapa. Sehingga jangan heran aromanya sangat wangi dan mengundang selera.
"Dulu kata ibu saya kue bika ini dilapisi daun waru. Namun terpaksa diganti daun pisang karena pohon waru di Medan sudah langka. Dulunya daun waru kita ambil dari pohon pohon yang ada di Kecamatan Medan amplas dan sekitar Jalan Amaliun, tapi sudah pada ditebang dan langka," katanya.
Rasa penganan ini didominasi rasa manis dan gurih. Rasa manis diperoleh dari gula asli sedangkan gurih ditemukan dari parutan kelapa, tepung beras, dan garam. Pembuatannya masih menggunakan resep ibunya yang terjaga puluhan tahun, tradisional, asli tanpa pengawet juga pemanis buatan.
"Ini yang menjadi khas, adalah asli dan original tradisional, dari dulu kita jajakan tetap di lokasi ini , kita belum pernah pindah, sampai saat ini peminatnya masih banyak," katanya.
Dalam sehari kue bika diproduksi sebanyak 4-5 kg untuk memenuhi permintaan dalam sehari.
Ilham yang merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara ini mengaku ia terjun membantu ibunya menjalankan usaha ini sejak tahun 2014 lalu selepas ia tamat dari bangku sekolah.
"Awalnya bantuin angkat steling mulai pukul 06.00 WB dan ikut membantu membakar kue bika, lama-kelamaan saya dan adik saya terjun menjalankan usaha ini," akunya meskipun ditegaskannya untuk adonan kue masih ibunya yang membuat.
Gerai Kue Bika ini buka pukul 08.00 wib dan tutup pukul 18.00 wib. Ia mengaku meski terfikir untuk melakukan inovasi tetapi ia mengurungkan niat sebab k'ue Bika dengan ketradisionalannya ini justru menjadi daya tarik pembeli. Sehingga ia mengaku akan mempertahankan keoriginalan usaha ini.
"Dari 20 tahun tidak ada berubah, saya tidak mau menginovasi karena justru yang tradisional ini yang membuat penganan ini menjadi pilihan. Resep adonan kue ini juga masih dibuat oleh ibu saya, Karena kalau kurang takaran bisa kurang enak hasilnya.
Untuk bisa menikmati kue ini tidak perlu khawatir karena harganya sangat ramah dikantong yakni hanya Rp2000 persatunya. (UKM06)