Kue Bakul Ci Lok Yen, Pertahankan Kualitas sejak Muncul 40 Tahun Lalu

Kue Bakul Ci Lok Yen, Pertahankan Kualitas sejak Muncul 40 Tahun Lalu

Diposkan: 29 Jan 2019 Dibaca: 1259 kali


 
UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN
- Perayaan Imlek Hampir di depan mata. Selain menghiasi rumah dengan warna cerah seperti warna merah, masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imlek sampai saat ini tampaknya terus menjalankan tradisi leluhur yaitu menyiapkan kue bakul atau kue keranjang.
 
Jadi jangan heran, jika menjelang perayaan Imlek, kue yang juga dikenal dengan sebutan dodol cina ini kerap menjadi incaran masyarakat Tionghoa. Inipun terlihat di rumah produksi kue keranjang Ci Lok Yen (Taman Gembira) milik Tjin Sien warga Jalan Bambu Medan.


Saat ini kue bakul buatannya mulai banyak pemesan mulai varian kue bakul cangkir maupun kue bakul daun. Semuanya sudah banyak pemesan. Hanya saja Tjin Sien mengaku tahun ini pemesan tidak sebanyak tahun lalu.

Kendati demikian ia tetap konsisten memanfaatkan moment ini mengambil peluang membuka usaha musiman yang juga diakuinya telah berlangsung 40 tahun lebih. Ia adalah generasi ke 2 yang sebelumnya bisnis kue bakul ini dirintis oleh ayahnya.

"Tahun ini permintaan tidak sebanyak tahun lalu, tapi kita saat ini sudah mulai ada permintaan dari konsumen, biasanya yang datang adalah orang orang yang sudah biasa pesan atau orang yang sudah dikenal," jelas Tjin Sien kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Senin (28/1/2019).

Berbekal rajin membantu ayahnya di dapur pembuatan kue bakul, bisa ala biasa tampaknya pantasnya ditujukan kepada Tjin Sien, kini ia sukses meneruskan usaha kue bakul. Bahkan bukan itu saja, ia juga bukan sekadar meneruskan usahanya, tetapi juga menjalankan bisnis ini dengan tulus, seperti tetap menggunakan bahan-bahan berkulitas, mempertahankan rasa dan juga kebersihan saat memproses kue bakul menjadi makanan yang nikmat.

"Kita tidak mau bersaing dengan kue bakul yang ada di pasar. Karena kue buatan kita sangat terjaga kualitasnya, bahannya asli. Jadi kita hanya pasarkan di supermarket dan memenuhi permintaan konsumen saja, kalaupun keluar kota, kita ada juga masukkan diantara ke Tebingtinggi," katanya lagi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kue bakul ini merupakan tradisi yang tidak pernah ditinggalkan, kue bakul memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa yakni sebagai perekat. Seperti tekstur kue bakul yang lengket , seperti itu pulalah diharapkan masyarakat Tionghoa agar keluarganya lengket atau rekat seperti kue bakul.

"Kue bakul inikan terbuat dari tepung pulut dan gula, jadi kalau sudah diolah tekstur nya lengket, jadi diharapkanla agar keluarga bisa lengket seperti kue bakul ini," paparnya sambil memperlihatkan kue kue bakul yang sudah siap diantar ke pemesan.

Untuk harga kue bakul ini, bervariasi disesuaikan dengan varian atau isiannya. Perkotaknya ada isi 2, 4,5, dan 8. Tinggal Anda yang menentukan mau kue bakul yang mahal atau murah. Tetapi untuk kualitas semua sama. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved