Kredit Pegadaian Tumbuh 1,47%, Omzet Turun 8,95%
Diposkan: 21 Sep 2018 Dibaca: 1353 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Omzet Pegadaian Wilayah Medan pada Agustus 2018 mengalami penurunan hingga 8,95% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun berbeda dengan pinjaman luar biasa atau outstanding loan (OSL), mengalami pertumbuhan 1,4% pada posisi yang sama.
Berdasarkan data PT Pegadaian Kanwil I Medan, omzet yang diraih dari semua produk pada Juli 2018 mencapai Rp 945.318.614.947. Sedangkan pada Agustus 2018 menjadi Rp 860.743.887.978 atau merosot hingga 8,95%. Sementara OSL pada posisi yang sama mengalami pertumbuhan 1,47% dari Rp 2.773.820.090.112 menjadi Rp 2.814.553.283.963.
Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan Hakim Setiawan melalui Humas Reza A Afandi Harahap, Jumat (20/9/2018) mengatakan, dari 15 produk pegadaian yang ada saat ini, Kredit Cepat Aman (KCA) yang paling diminati masyarakat.
KCA merupakan kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.
“Dari data terlihat bahwa penurunan omzet dari KCA turut mempengaruhi penurunan omzet secara keseluruhan. Meski dari 15 produk, beberapa diantaranya meningkat, yakni Krisida, Gadai Tabungan Emas, Amanah, Mulia, Gadai Agen, Gadai Prima dan Hasan,” ujarnya.
Sedangkan OSL lanjutnya, bertumbuh cukup baik. Tercatat hingga akhir Agustus kredit yang disalurkan untuk produk KCA mencapai Rp1.918.514.907.400, Krasida Rp35.035.740.189, Kreasi sebesar Rp94.559.714.741, Kresna sebesar Rp44.802.287.400, Gadai Tabungan Emas Rp580.150.000, Rahn Rp527.778.140.000, Arrum Rp 63.923.620.417.
Kemudian, Amanah Rp81.688.097.411, Mulia Rp36.593.642.327, Rahn Tanah Rp 625.691.600, Kreasi Ultra Mik Rp7.868.992.468, Gadai Agen Rp102.440.000, Gadai Prima Rp1.597.740.000, Hasaan Rp882.120.000. “Dan terakhir produk Rahn Aagen masih belum menghasilkan omzet maupun kredit,” ungkapnya.
Kata Reza, setiap outlet-outlet Pegadaian diharuskan untuk menyalurkan kredit usaha mikro dimana banyak terlihat yang melakukan transaksi penyaluran kredit usaha mikro ini. Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang melakukan pengajuan kredit usaha mikro guna penambahan modal usaha guna membeli kebutuhan-kebutuhan.
“Biasanya, setiap bulan, selalu terjadi kenaikan di dalam pengajuan kredit usaha mikro. Jadi, bila diperhatikan kebutuhan dari masyarakat cukup tinggi juga. Makanya, akan banyak mengajukan kredit usaha mikro ini apalagi dalam menyambut hari besar,” pungkasnya.(UKM05)