Kreasi Pisang Serundeng Ala Fitri Dipasarkan ke Sejumlah Negara
Diposkan: 10 Nov 2019 Dibaca: 1389 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Jika biasanya serundeng terbuat dari parutan kelapa, kemudian diberi bumbu yang terdiri dari cabai merah, kunyit, bawang merah, serei, lengkuas dan ketumbar, namun berbeda dengan serundeng hasil inovasi Fitri Handayana. Sebab ditangan wanita berusia 23 tahun ini, serundeng dibuat dari buah pisang.
"Serundeng pisang merupakan cemilan yang berbahan baku pisang dan bahan-bahannya lainnya kacang, teri Medan, daun jeruk, cabai, bawang merah, bawang putih dan daun jeruk. Bukan hanya sekedar cemilan, tetapi bisa juga buat teman makan nasi," ungkapnya, Minggu (10/9/2019).
Usaha serundeng pisang dengan mengusung brand nama Bummpit ini dikatakan berdiri pada Januari tahun 2018 lalu. Berawal berdasarkan pengalamannya selama kuliah dan magang di Sumatera Barat (Sumbar). Disana serundeng bukan hanya dari kelapa, tetapi terbuat dari bahan baku lainnya juga ada seperti ubi.
Melihat hal tersebut, dia pun terinspirasi untuk membuat produk serupa dengan bahan baku pisang. Ini setelah melihat komoditas tersebut di Sumatera Utara (Sumut) lumayan banyak,dan menjadikannya sebagai peluang usaha.
"Lalu saya buat serundeng pisang. Awalnya untuk makan- makan sendiri aja, terus keluarga datang ke rumah, juga tetangga dan teman-teman, saya kasih coba ke mereka dan alhamdulillah diterima, dan mulailah saya membuka usaha," ucapnya.
Warga Jalan Medan Batang Kuis Dusun 3 Desa Sei Rotan, Gang Surip Deliserdang ini mengaku pertama kali produknya ini dipasarkan, beragam respon yang diterimanya. Mulai dari enak bahkan ada juga yang mengaku tidak enak. Sempat merasa tidak percaya diri dengan memahami situasi saat berwirausaha.
"Pemasaran saya alhamdulillah sudah sempat keluar kota kemaren, bahkan sudah pernah ke luar negeri. Misalnya Arab saudi, Singapura, Malaysia, serundeng pisang ini dijadikan oleh-oleh," ungkapnya.
Untuk produksi, sebelumnya ia hanya berani mengolah 1 tandan pisang yang hasilnya 5 kg serundeng pisang. Namun sekarang permintaan terus meningkat.
"Mulai dari lebaran tahun 2019, kalau hari-hari besar sekitaran 20 tandan, tapi kalau hari biasa tetap 1 tandan," papar Fitri yang juga bekerja sebagai tenaga penyuluh lapangan di Dinas Perindag Kabupaten Deli Serdang dibawah naungan Kementrian Perindustrian.
Seperti pengusaha lainnya, dalam merintis usaha pasti menemukan berbagai kendala. Saat ini salah satunya, dalam hal pengurusan izin usaha seperti Pirt, BPPOM, sertifikasi halal. Kendati demikian ia mengaku sudah pernah mencoba dan berkesempatan mengikuti sosialisasi pengurusan izin yang diselenggarakan Pertamina.
"Kendala saya itu pengurusan izin, jadi saya mengimpikan jika semua sudah diurus saya mau produk saya ini bisa di ekspor," harapnya. Untuk harga, serundeng pisang ini, dibandrol Rp10 ribu per kemasannya. (UKM06)