Kreasi Darinurani Handmade Diminati Hingga ke Singapura
Diposkan: 16 Jul 2018 Dibaca: 1321 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Membangun bisnis itu tidak harus besar. Sebab bisa dimulai dengan hal sederhana yang disenangi. Seperti Endessy Nuritalia yang hobi membuat beragam souvenir dan goodybag. Kreasi dan inovasinya kini diminati hingga ke Singapura.
Diceritakan Endessy pemilik usaha Darinurani Handmade, awal tertariknya dengan dunia usaha bermula sekira tahun 2013 silam. Ini pun karena saat itu, dia menjadi partisipan di acara pesta wirausaha Komunitas Tangan Diatas (TDA)
“Awalnya hanya partisipan dengan memberikan goodybag, untuk acara. Terus TDA kasih stand free. Sejak saat itu, terusan hingga saat ini,”ujar Endessy, Senin (16/7/2018).
Ketika itu Endessy yang memiliki latar belakang pendidikan arsitek ini, masih bekerja di salah satu bank swasta di bagian maintenance gedung. Kebetulan masih bekerja, Endessy mengaku sangat suka membuat beraham souvenir. Setelah enam tahun bekerja, dia pun berani memilih meninggalkan pekerjaanya dan fokus mengasuh anaknya.
“Aku resign karena ngak ada yang jaga anak,”ujarnya. Meski tidak lagi sebagai karyawan, Endessy tetap berpenghasilan dengan mengembangkan hobinya, membuat beragam souvenir untuk pernikahan.
Awalnya, Endessy memasarkan beragam karyanya kepada orang-orang terdekatnya seperti teman dan saudara. “Diawal, customernya Medan aja. Seiring perjalanan waktu, makin meluas selain Sumut juga Jakarta,”ujarnya.
Kini, pemilik instagram Darinurani handmade ini, memasarkan beragam kreativitasnya melalui pemasaran online. Dengan memanfaatkan Ig dan fanpage. Tidak jarang dia mendapatkan orderan dari media sosial, meski sering ikut dalam pameran yang digelar Pemko Medan melalui dinas terkait.
“Alhamdulillah, ini lagi kerjain souvenir untuk dikirim ke Singapore, dompet ulos,”ujar Endessy yang mengaku setahun belakangan ini, sering mendapat orderan dari instragram. Selain souvenir, goodybag buatannya juga banyak dipesan untuk acara-acara kantoran.
Pertama kali menekuni usaha ini, Endessy mengaku hanya mampu membuat 200 lembar goodybag. Namun saat ini, sudah mencapai 2000 lembar per bulan dibantu dengan tiga orang tenaga penjahit. “ Kalau dulu, masih menjahit sendiri. Karena anak juga masih kecil belum satu tahun, namun sekarang dibantu tiga orang tenaga kerja,”ujar Endessy yang memiliki impan punya workshop dan gallery.
Dalam membangun bisnis ini, Endessy juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sama yang ingin memiliki penghasilan tambahan. (UKM01)