KPPU Medan Klaim Mahalnya Harga Cabai Bukan Spekulasi

KPPU Medan Klaim Mahalnya Harga Cabai Bukan Spekulasi

Diposkan: 12 Jul 2019 Dibaca: 44 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Harga cabai di Sumatera Utara khususnya Medan saat ini masih mahal. Perkilogramnya masih di kisaran Rp70 ribu sampai Rp80 ribu. Harga ini jelas membuat resah masyarakat. Harga cabai hampir setara dengan harga daging.

Banyak masyarakat menduga bahwa mahalnya harga cabai ini telah terjadi spekulasi atau kecurangan.

Menanggapi ini, Ramli ST Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan menegaskan tidak ada indikasi spekulasi. "Tim saya sudah turun ke petani cabai seperti ke Karo, dan sejumlah penghasil cabai lainnya, ternyata disana petani tidak tanam cabai, ini dilakukan petani karena 1-4 bulan lalu harga cabai anjlok," ungkapnya.  

Dikatakannya hasil pantauannya pada Minggu lalu harga cabai ditingkat petani berkisar Rp50 ribu/kg-Rp55/kg ribu sehingga harap sampai ke konsumen menjadi tinggi.  Dan dikatakanya Malah sempat harga di petani Karo Rp70/kg-Rp75 ribu/per kg. Makanya harga dikonsumen mencapai Rp80 ribu/kg sampai Rp90 ribu/kg di pasar.

Berarti isu yang beredar bahwa cabai ditampung agen ditegasnya bahwa hal tersebut keliru.

"Berdasarkan pantauan tim, lahan petani saat ini ditanami kentang, dan beragam sayur- mayur," ucapnya.

Kalau kondisi di petani terus seperti ini ia memprediksi harga cabai akan terus bertahan mahal. Apalagi jika pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak melakukan pengecekan data produksi yang benar setiap tahun ditegaskannya akan terus begini.

Semestinya saat bulan Januari-April saat anjloknya harga cabai, pemerintah menstabilkan dengan cara menampung. Sayangnya itu dilakukan sehingga imbasnya sampai saat ini terjadi ketidakstabilan pada stok juga harga.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved