Kopi Kita, Kafe Berkonsep Tropical Garden Unggulkan Mie Tek-tek dan Kopi Macho
Diposkan: 26 Feb 2019 Dibaca: 1201 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Berkonsep Tropical Garden, Kopi Kita menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan membuang penat.
Duduk sambil sesekali mendengar lantunan musik-musik lawas membuat betah berlama-lama di kafe yang terletak di Jalan Suka Terang No 8 Medan ini.
Apalagi, menu makanan dan minuman di sini juga asik karena ada beberapa menu tidak kita temukan di kafe lain.
"Ini sebenarnya juga yang membuat kita tidak takut bersaing dengan kafe lain, karena kita punya menu yang kita Inovasikan sendiri," jelas Dhana Yudhistira kepada wartawan beberapa waktu lalu di kafenya.
Diceritakan Dhana, kopi kita awal berdirinya tahun 2013 lalu, saat itu tantenya ingin sekali mengumpulkan keponakannya dalam satu wadah usaha untuk bisa bersama-bersama membangun dan menjalankan bisnis. Kemudian dibentuklah badan hukum berbentuk CV. Salah satu usahanya adalah kafe.
"Awalnya tante saya pengen keponakanya satu wadah dimana agar semua keponakannya punya suatu usaha untuk bisa bersama sama," jelas Dhana sambil mengenang masa lalu yang dinilainya cukup bagus karena menu di kafe mencapai 60 menu.
Sayangnya, diakuinya Juni tahun 2015 usaha kafenya vakum karena semuanya punya kesibukan masing masing. Dan karena melihat pasar kopi membooming kembali, saya mulai kembali 3 bulan lalu.
Dikatakan, menu unggulan adalah kopi. Kopi di kafe ini asli dari Gayo, Takengon yang diambil dari kebun kopi sendiri. Sedangkan menu makanan yang paling primadona adalah miie Tek- Tek Sibolga .
Kenapa mie Tek- Tek, karena ia pernah bekerja di kawasan Sibolga selama 3 tahun. "Karena cintanya kita terhadap mie Tek Tek sibolga akhirnya kita bawa ke Medan,"katanya.
Untuk menu kopi diantaranya Latte, Americano, Cappucino, Long black. "Namun kita ada satu sajian kopi yang unik yang gak akan ada di kafe lain. Kopi macho, blend antara Arabika dan robusta kemudian di kolaborasi kan dengan cengkeh, kayu manis dan coklat. Ini inovasi kita sendiri, Tante yang nemuin resepnya itu. Dia harus seduhnya seperti kopi tubruk. Dia tidak bisa di mesin. Strategi untuk bersaing kita jual konsep dan berani tampil. Dan kita punya satu menu yang gak ada di tempat lain," tuturnya.
Paling istimewanya kopi macho paling murah hanya Rp10 ribu. Pertama sasarannya memang pengopi berat. Hanya saja dengan harga segitu pengopi sejati akan tau bahwa kopi macho adalah kopi berkualitas.
"Saya akan berusaha kopi kita usaha kopi kedepannya jangan jadi usaha musiman seperti usaha rental," pungkasnya. (UKM06)