Kontribusi Grab Bagi Ekonomi Indonesia Capai Rp 49 T
Diposkan: 11 Apr 2019 Dibaca: 1039 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Grab memberikan kontribusi sebesar Rp 48,9 triliun bagi perekonomian Indonesia. Ini berdasarkan hasil riset CSIS dan Tenggara Strategics yang dirilis oleh Kamis (11/4/2019).
Kajian menyebutkan GrabFood merupakan kontributor terbesar dengan menyumbang Rp 20,8 triliun dari Rp 48,9 triliun. Disusul GrabBike dan GrabCar dengan nilai masing-masing Rp 15,7 triliun dan Rp 9,7 triliun. Kudo melalui jaringan agennya menciptakan kontribusi ekonomi sebesar Rp 2,7 triliun.
Angka kontribusi tersebut berasal dari survei terhadap 3.418 responden yang dilakukan November hingga Desember 2018. Survei dilakukan terhadap pendapatan yang diperoleh melalui platform Grab.
Survei ini dilakukan di lima kota di Indonesia diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Survei dilakukan secara tatap muka dengan sampel mitra yang terdaftar dan aktif selama tiga bulan berdasarkan database Grab.
Ketua tim Peneliti sekaligus Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan jika pendapatan yang ada di sektor informal Indonesia sangat rendah. Bahkan menurutnya, lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Salah satu penyebabnya karena rendahnya permintaan terhadap produk dan jasa sektor informal.
"Penggunaan dan pemanfaatan teknologi dalam hal ini Grab, dapat membantu mempertemukan dan menghasilkan permintaan terhadap produk dan jasa pekerja informal tersebut, sehingga pendapatan yang didapatkan bisa meningkat," katanya.
Sementara itu, tim peneliti dan ekonom senior Tenggara Strategics, Lionel Priyadi mengemukakan jika kontribusi ekonomi Grab menunjukkan potensi yang dimiliki oleh ekonomi digital, khususnya untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup pelaku ekonomi di tingkat mikro. Potensi ekonomi tersebut bermanfaat tidak hanya bagi UMKM, tapi juga bagi para pekerja individu yang berada di sektor informal.
"Bila dikelola dengan baik, ekonomi digital dapat menjadi salah satu tumpuan masa depan ekonomi dan kesejahteraan sosial Indonesia," katanya.(*)
Sumber: CNBC Indonesia