Konsep Dakwah ‘Zaman Now’ Harus Menyesuaikan
Diposkan: 26 Jan 2018 Dibaca: 1784 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Konsep dakwah tidak bisa terlalu kaku. Karenanya, dalam berdakwah juga harus disesuaikan dengan zaman. Seperti saat ini, dimana masyarakat lebih senang nongkrong di cafe, dibandingkan mesjid.Hal ini, menjadi tantangan tersendiri bagi pendakwah dalam melakukan syiar Islam.
Menurut M Iqbal, salah satu pembicara pada acara pengenalan dan pelatihan tehnik belajar Al Quran melalui tehnik Neuro Nadi yang digelar Huffaz Center Indonesia di Jalan Sei Petani, Jumat (26/1/2018), onsep berdakwah saat ini, harus dilakukan penyesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya.
“Saat ini konsep umum, harus diubah. Jika dulu orang pakai taksi, sekarang sudah ada online. Konsep berdakwah harus memiliki variasi, jika zaman nabi ada dakwah yang dilakukan diam-diam dan ada yang terang-terangan. Hasilnya pun berbeda,”ujarnya.
Diera sekarang ini sebutnya, jika tidak ingin melawan jadilah teman. “Inilah konsep bijaksana, ketika kita tidak bisa melawan tehnologi, maka jadikan tehnologi itu teman kita,”ujarnya seraya menyebutkan dakwah tersebut harus bisa dilakukan kepada siapa pun dan kapan pun.
Dia pun menyebutkan konsep dakwah ini harus tetap mencontoh nabi Muhammad yang mendatangi raja-raja kabilah-kabilah untuk mengajak pada islam. “Ini yang menjadi titik pointnya, jangan hanya eksisting saja. Didatangi, namun perlu melakukan pola yang berbeda di kantong-kantong kafe. Kita “serang” dengna kebaikan, dengan alquran, dengan dakwah dengan cara yang baik baik dengan diskusi maupun praktek anak-anak mengaji,”ujarnya.
Di Jogja sendiri sambungnya, konsep seperti ini cukup efektif. “Di jogja, kafe pun dipakai ke konsep dakwah. Jadi membicarakan agama, ngomongin agama sambul ngopi,”ujarnya seraya menambahkan di Medan, konsep serupa juga sangat memungkinkan untuk diadopsi.
Sehingga masyarakat tidak terpaku belajar agama itu harus Taman Pendidikan Al Quran (TPA) atau mesjid. “Sekali lagi, selama tempat itu bukan tempat maksiat, kita harus bisa menyesuaikan,”ujarnya seraya menambahkan untuk mengubah mindset ini tidak mudah.
Sementara CEO Neuro Nadi, Richa Indah Sari menyebutkan dengan tehnik Neuro Nadi belajar alquran secara efektif dengan menyenangkan dan mudah. Sehingga orang yang tidak bisa membaca alquran menjadi bisa.“Kita akan berikan center center pusat belajar AlQuran. Ini tujuannya, siapa dari usia kandungan 4 bulan sampai usia 70 tahun, belajar alquran sepanjang hayat,”ujarnya dengan metode yang sangat simple.(ukm01)