Komunitas TDA Sokong UKM Dongkrak Penjualan
Diposkan: 30 Oct 2018 Dibaca: 1058 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dukungan orang lain menjadi hal yang penting bagi perkembangan usaha seseorang, salah satunya Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Tidak sedikit usaha yang dirintis akhirnya kandas, bahkan kendati memiliki produk yang bagus sekalipun.
Kegagalan dalam menjalankan usaha, biasanya terjadi lantaran minimnya kemampuan dalam bidang pemasaran. Nah, untuk urusan tersebut, komunitas Tangan Di Atas (TDA) menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut.
Ketua komunitas TDA, Abdul Razaq mengatakan, delapan tahun berdiri di Kota Medan, TDA berperan aktif mendukung perkembangan UKM yang tergabung di dalamnya. "TDA ini kan sifatnya pembinaan untuk teman-teman UMKM, seperti pendampingan, support. Di sini kita saling berbagi, saling support baik secara marketingnya dan lain-lain," ujarnya kepada ukmkotamedan.com, baru-baru ini.
Razaq menjelaskan, dia sendiri merupakan Ketua keempat TDA Medan. TDA Medan pertama kali dipimpin Hafidz, yang selanjutnya digantikan Ihsan. Sedangkan Alween Ong, menjadi ketua yang ketiga sejak berdirinya TDA Medan. Sejak berdiri tahun 2010 silam, kini TDA telah hadir di 65 daerah dan lima negara di dunia. TDA kata Razaq bertujuan untuk membantu membangun UMKM dan mendukung kemajuan Indonesia lewat UKM.
Salah satunya, TDA rutin untuk menggelar seminar ataupun workshop menghadirkan narasumber yang kredibel untuk memberikan solusi permasalahan yang dihadapi pelaku UKM. Diharapkan dengan workshop tersebut akan membuka jalan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk lebih berkembang.
"Workshop yang secara detil, membagikan ilmu, tinggal nanti penerapan dari teman-teman sendiri melalui UMKM-nya masing-masing. Kalau ada kendala kita juga saling support, namanya komunitas kita ingin tumbuh dan bersama," ucap pria 35 tahun itu.
Sebagai pelaku bisnis kata ayah tiga anak tersebut, UKM harus berbagi untuk tumbuh bersama. Apa lagi Medan, sebagai gudangnya UKM, namun banyak yang kendati punya produk bagus namun akhirnya tenggelam lantaran gagal dalam pemasarannya. "Berikut sesama pelaku usaha, kita sharing keluh kesah. Terkadang dalam sharing itu saja kita sudah bisa mendapatkan jalan keluar," ucap pria yang beralamat di Jalan Pancing Medan itu.
Saat ini, sekira 200 anggota yang terdiri dari member dan simpatisan bergabung di TDA Kota Medan. Menurutnya, saat ini ckup banyak pendampingan yang dilakukan bagi anggota TDA. Tidak hanya memberikan solusi, komunitas tersebut terus memantau perkembangan para member dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas tersebut.
"Seperti nanti Tanggal 3 November , TDA akan menggelar workshop untuk kalangan UKM bagaimana bisa mendongkrak penjualan," beber pemilik usaha makanan beku Frozen Food tersebut.
Jika ingin bergabung dengan TDA, masyarakat hanya cukup mengundang aplikasi TDA Pasport di play store. Selanjutnya mengisi data yang ada di aplikasi tersebut dengan baik dan benar. "Cara bergabungnya gampang, dengan mendownload TDA Passport di Playstore dengan mengisi data yang real sebenarnya kebutuhan teman-teman apa. Setelah diisi melakukan pembayaran. Jika sudah disetujui, nanti kami masukkan ke grup WhatsApp," bebernya.
Menurutnya, semua jenis usaha kreatif boleh bergabung di TDA. Setelah bergabung, member atau simpatisan akan merasakan manfaatnya, salah satunya, totalitas TDA dalam mendukung pemasaran usaha secara online. "Kita (TDA) juga akan buat departemen marketing, yakni untuk produk yang akan dipasarkan secara online, kita akan support," pungkasnya.(UKM05)