Komunitas Masyarakat Robotik Resmi Dibentuk
Diposkan: 10 Jan 2019 Dibaca: 846 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, BOGOR- Komunitas masyarakat robotik pertama di Indonesia resmi terbentuk, Rabu (9/1/2019) Ini akan menjadi wadah organisasi pada perkembangan dunia teknologi robotika.
"Anak -anak kita ini tidak dididik untuk bersaing dengan robot. Mereka justru harus melampaui robot dengan menonjolkan sisi kemanusiaannya," ujar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri usai usai memberikan sambutan pada Deklarasi Pembentukan Masyarakat Robotika Indonesia di Bogor.
Menurutnya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan robot dan hanya bisa dilakukan manusia. Untuk itu, manusia harus terus memperkuat diri baik dari sisi hard skill maupun soft skill.
Hanif menyebutkan 85% kompetensi yang dibutuhkan di masa depan adalah karakter. Selain karakter, hal yang membuat manusia unggul dari robot adalah responsif terhadap perubahan.
"Dengan kecepatan adaptasi manusia akan eksis dan mengendalikan semua perubahan," tuturnya.
Berdasarklan hasil survey ILO sebutnya, 58% jenis pekerjaan yang ada saat ini akan hilang di masa depan. Sebaliknya, 65% pekerjaan baru akan muncul di masa depan belum dikenal saat ini.
Untuk itu, perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi dan informasi jangan dilihat sebagai tantangan semata, namun juga peluang.
"Oleh karena itu, investasi SDM memegang peranan penting dalam menghadapi era digitalisasi ini," ujar Hanif.
Adapun, hal yang harus diperhatikan dalam investasi SDM adalah kesesuaian terhadap kebutuhan pasar kerja (link and match). Investasi SDM harus berbasiskan demand driven.
Ia pun menilai, masih ada investasi SDM di Indonesia, baik melalui skema pendidikan formal maupun pelatihan yang sudak tidak relevan dengan demand-nya. "Semua harus dibenahi dimana kita berorientasi pada kebutuhan di pasar kerjanya. Jadi kebutuhannya apa, di situlah input SDM-nya kita benahi," paparnya.
Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menilai era revolusi industri 4.0 ini harus dijadikan memontum oleh seluruh masyarakat dunia untuk tinggal landas membangun ekonomi berbasis inovasi.
"Maka pembangunan SDM-nya harus dibangin menjadi sebuah SDM yang bersumber pada inovasi," katanya.
Pemrakarsa Pusat Robot Indonesia (PURI Robotics), Jully Tjindrawan menjelaskan Masyarakat Robotik Indonesia (MRI) dibentuk berdasarkan hasil kerja sama Robotic Explorer dengan BPPT.
"Dalam wadah organisasi ini nantinya menjadi ajang pertukaran ide dari berbagai komunitas seperti komunitas pendidikan, komunitas bisnis dan industri, komunitas pemerintahan, dan komunitas kedokteran maupun komunitas pengamat dan media masa," jelas Jully.(*)
Sumber : kemnaker