Komunitas Jadi Keunggulan Pengembangan Streetwear

Komunitas Jadi Keunggulan Pengembangan Streetwear

Diposkan: 19 May 2019 Dibaca: 832 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Streetwear dinilai memiliki peluang yang menjanjikan dalam pengembangan industri fesyen karena berbasis komunitas. Diharapkan Indonesia dapat menjadi market hub streetwear di Kawasan regional.

Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Joshua Puji Mulia Simandjuntak menyampaikan Bekraf telah mengidentifikasi potensi pasar yang besar dari industri streetwear. Oleh karena itu, pada tahun lalu, untuk kali pertama pemerintah melalui Bekraf menghadirkan pavilion Indonesia di Agenda Show dengan mengirim lima brand lokal.

Menurut dia, sambutan pasar sangat positif, bahkan tiga brand nasional telah bekerja sama dengan global retailer. Hal ini juga menunjukkan produk streetwear Indonesia mampu bersaing dengan brand dari luar negeri.

Oleh karena itu, Bekraf mendukung pelaksanaan Para-Site yang mengundang pemilik brand streetwear internasional sehingga pelaku ekonomi kreatif nasional dapat menggali informasi dan bertukar pengalaman untuk bisa merambah pasar global.

“Pintu supaya produk streetwear bisa merambah ke luar negeri tidak hanya melalui trade show tapi juga kolaborasi. Sehingga diharapkan melalui pelaksanaan Para-Site, brand lokal juga bisa membangun jejaring dan berkolaborasi untuk menjangkau pasar yang lebih besar,” ungkapnya dilansi dari laman bekraf, Minggu (19/5/2019).

Dukungan Bekraf dalam pengembangan streetwear juga terlihat dari dikirimnya delapan brand ke Agenda Show 2019 di Las Vegas pada Agustus mendatang. Event Director Para-Site, Dimas Indro mengatakan acara yang menghadirkan brand exhibition, giveaway, diskusi-panel, sneakers auction, dan workshop ini juga untuk mengedukasi masyarakat tentang esensi streetwear. Oleh karena itu, tokoh dan brand yang mengikuti acara ini telah dikurasi dengan ketat.

Acara yang dilaksanakan di The Space Senayan City pada 23-26 Mei ini menghadirkan tokoh yang berpengaruh di industri streetwear global sebagai pembicara, seperti Pendiri Filling Pieces, Guillaume Philibert; Media Director dan Designer Patta, Masta Lee.

Selain itu, ada juga diskusi panel dengan Abderrahmane Trabsini dari brand Daily Paper, Arthur Bay dam Eri Yeti dari Yeti Out, Woe Tjin yang merupakan pemilik sneaker terkemuka di Rotterdam, Belanda, serta Andrew dari brand Sandalboyz.(*)

Sumber : bekraf

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved