Komoditas Unggulan Sumbawa Didorong Lebih Banyak Diekspor

Komoditas Unggulan Sumbawa Didorong Lebih Banyak Diekspor

Diposkan: 31 May 2019 Dibaca: 18 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, SUMBAWA- Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Ali Jamil mendorong Kabupaten Sumbawa lebih banyak mengekspor komoditas unggulan. Ini setelah daerah ini sukses memasarkan jagung ke mancanegara.

Kabupaten Sumbawa miliki 4 komoditas pertanian unggulan lainnya yakni  sarang burung walet, akar jarak merah, daun sisal dan bungkus. Data tersebut berdasarkan lalulintas dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST di Karantina Pertanian Sumbawa.

"Meski masih banyak yang belum dikirim langsung lewat Sumbawa, semoga upaya silaturahmi kita ini membuahkan hasil," ungkap Jamil, Kepala saat lepas ekspor komoditas pertanian di kantor Bupati Sumbawa, NTB,  dilansir dari pertanian.go.id, Jumat (31/5/2019).

Jamil memaparkan pada 2018 ekspor jagung dari Sumbawa mencapai 109.800 ton atau senilai Rp384,3 miliar. Sedangkan sarang burung walet dominan dikirim ke Tiongkok namun via Surabaya sebanyak 8,14 ton atau senilai Rp122,1 miliar. Kemudian akar jarak merah yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan asal Kabupaten Dompu dan Bima, dengan nilai ekspor Rp330 juta dengan tujuan Prancis, Jerman dan Australia via Denpasar.

Selain itu, ada lagi yang potensi yang khas lainya, Daun sisal (Agave sisalana), komoditas yang memiliki serat yang kuat ini berasal dari Sumbawa dan Sumbawa Barat. Di negara tujuan ekspornya banyak digunakan sebagai tali tambang kapal, walpaper, bahan tekstil, karpet dan kerajinan.

Pada 2018 total ekspor sebanyak 74 ton atau senilai Rp1,274 miliar. Juga yang khas adalah daun bungkus, digunakan  untuk herbal diekspor ke Jepang dan Timor Leste via kantor pos. Pada 2018, pengiriman hanya 2 kg namun nilainya mencapai Rp80 juta.

Jamil juga memaparkan upaya strategis yang dilakukan untuk peningkatan dan percepatan ekspor komoditas pertanian yakni, dengan meningkatkan jumlah eksportir terutama di kalangan generasi millenial serta diversifikasi atau keberagaman komoditas minimal produk setengah jadi.

Selain itu dengan peningkatan frekwensi pengiriman komoditas pertanian, volume komoditas dan membuka akses pasar kenegara- negara tujuan ekspor lainnya.

"Sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, Barantan terus lakukan upaya membuka akses pasar dengan lakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru," tambahnya.

Kepala Karantina Pertanian Sumbawa, Ida Bagus Putu Raka Ariana, menambahkan, selain lima komoditas unggulan tersebut, masih ada potensi lain yang dapat dikembangkan yakni sapi potong, kerbau potong, kuda potong, madu, susu kuda liar, kopi tepal, bawang merah dan porang. (*/pertanian.go.id)

 

 

 

 

 

 

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved