Kolektor Barang Antik Ini Awali Bisnis dari Hobi
Diposkan: 08 Mar 2019 Dibaca: 2275 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Bagi pencinta sesuatu yang antik, kuno, jadul atau lawas hampir semua barang memiliki nilai yang tinggi. Lain halnya bagi warga yang tidak menyukai barang antik, barang-barang yang tampak sudah kuno terkadang hanya dibiarkan saja terpajang di ruang tamu atau gudang rumah.
Di Medan ada sejumlah pencinta barang antik bahkan banyak juga menjadikan kecintaanya terhadap barang antik menjadi bisnis yang menggiurkan. Seperti yang dilakoni Putra Kelana (39) warga Jalan Matahari Raya Medan Helvetia, Sumatera Utara.
Dikatakanya pada acara vintage festival 2019 di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto Medan, bahwa ia memulai mengumpulkan barang antik sejak 15 tahun dan semuanya diawali hobi.
Hobi inilah yang membawanya menyusuri toko-toko penjual barang kuno dan tidak jarang pula ia harus menjumpai para tukang botot karena dikatakanya ada saja barang antik ditemukan di tukang botot. Kemudian iapun melakukan penawaran dan jika cocok harga dengan gembira ia membawa pulang yang tadinya tidak memiliki nilai, di tangannya semua barang kuno itu akhirnya memiliki nilai ekonomis yang fantastik.
"Saya awalnya hobi, kemudian saya suka cari barang antik dan mengumpulkannya, enggak nyangka apa yang saya kumpulkan itu ada saja orang yang suka, akhirnya hobi saya ini menjadi bisnis dan saya pun membuka toko," jelas Putra Kelana sambil memperlihatkan barang-barang antik miliknya yang sangat menarik.
Diakuinya saat ini ia memiliki koleksi barang antik yang cukup banyak mulai furniture, mesin jahit, gramophone, mesin jahit dan keramik. "Barang yang paling tua milik saya pada pameran ini yakni mesin jahit buatan tahun 1800, saya memperolehnya dari orang Melayu keturunan raja. Kebetulan masih ada simpannya, masih bagus dan saya nego, cocok dan saya beli, dan sekarang saya bisa jual mesin tersebut Rp4 juta," ujarnya.
Dikatakanya pasar barang antik di Kota Medan saat ini tengah sepi, ia terbantu sejak adanya media sosial dan bisnis secara online. "Saya jual di online pembelinya bukan hanya dari Indonesia saja tetapi banyak juga dari Negara tetangga seperti Malaysia," paparnya.
Sehingga ia sangat berharap di kota Medan sering dilaksanakan even atau pameran barang antik agar dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap barang antik.(UKM06)