KKP Optimalkan Bisnis Akuakultur
Diposkan: 01 Sep 2018 Dibaca: 1278 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendorong akuakultur berbasis e-commerce digital. Sehingga produk akuakultur berdaya saing tinggi ditengah persaingan perdagangan global yang semakin ketat.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada Seminar dan Kick Off Aquatica Asia & Indoaqua 2018 bertema Transform Aquaculture Businnes Into Industry di Jakarta, dikutip dari laman kkp , Sabtu(1/9/2018).
“Teknologi informasi dapat mengefisienkan rantai distribusi, sehingga harga jual ditingkat konsumen lebih murah dari pasar tradisional, serta pemanfaatkan teknologi informasi dalam akuakultur juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi ketersediaan benih unggul, pakan, sarana dan prasarana produksi”, ujarnya.
Industri 4.0 tentunya menjadi ajang baru sekaligus tantangan bagi sub sektor akuakultur, bagaimana menciptakan sistem akuakultur yang efisien berbasis digitalisasi teknologi.“Kita bersyukur, di era digitalisasi saat ini telah lahir banyak sekali startup di kalangan anak-anak muda kreatif termasuk sebagai startup di bidang teknologi digital di bidang akuakultur, dimana mereka mampu menghadirkan model bisnis akuakultur yang efisien di tengah-tengah masyarakat”, tegas Slamet.
Seperti startup InFishta, Crowde, dan Venambak yang mengembangkan financial technology (Fintech).Ada juga startup E-Fishery yang mengembangkan teknologi peralatan atau sarana budidaya seperti authomatic feeder yang mengembangkan teknologi feeder otomatis berbasis android. Dengan teknologi ini, kegiatan budidaya akan lebih efisien dan efektif baik waktu, tenaga maupun biaya.
“Melalui kerjasama antar berbagai pihak, terlebih peran dari startup ini, maka bisnis akuakultur ke depan akan mampu berdaya saing dan tidak ketinggalan dari sektor-sektor lainnya dalam pemanfaatan teknologi digital, dan sudah barang tentu akan mendorong percepatan pemanfaatan potensi ekonomi sumberdaya akuakultur bagi kemajuan perekonomian secara nasional”, terang Slamet.
Thomas Darmawan, Ketua Komtap Industri Pengolahan Makanan dan Protein KADIN Indonesia, menyebutkan menyampaikan konsumsi prosuk ikan per kapita di Indonesia tahun 2018 pada sebesar 43,88 kg/kapital/tahun. Sehingga dibutuhkan peran teknologi informasi berbasis e-commerce seperti Go-Food, GoBox, Blibli, Tokopedia.
Untuk diketahui, Ditjen Perikanan Budidaya bersama PT. Permata Kreasi Media, Trobos Communication (Tcomm) sebagai Event Organizer juga startup Minapoli, Amoeba PT Telkom akan mengadakan event Aquatica Asia & Indonesian Aquaculture (Indoaqua) pada tanggal 28 hingga 30 November 2018 di JaIan Expo Kemayoran, Jakarta, mendatang.
Event ini mencakup kegiatan forum bisnis, hacking marathon (hackathon), job fair, startup gallery, expo dan seminar hasil penelitian perikanan.(*/UKM01)
sumber : kkp