Kisah Togi Naibaho dan Liana Memasarkan Cajon

Kisah Togi Naibaho dan Liana Memasarkan Cajon
Liana dengan cajon buatan suaminya

Diposkan: 16 Dec 2018 Dibaca: 1007 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, TOGI Naibaho sangat jeli melihat peluang. Dari hobinya sebagai seorang drummer, dia meyakini ini bisa dijadikan ladang usaha zaman now.

Sebab, anak-anak masa kini sangat aktif dan butuh alat yang menjadi solusi.

Adalah cajon, alat musik pukul (perkusi) berbentuk kotak yang selama ini acapkali dijual dengan mendatangkannya dari Jawa maupun Bali.

Dan, siapa sangka, Togi ternyata mampu membuatnya dan dipasarkan sejak tiga tahun silam.

"Pertama kali ide membuat ini karena bingung melihat anak saya yang lasaknya minta ampun. Semua benda dipukuli," ujar Liana, istri dari Togi Naibaho, baru-baru ini.

Dikisahkan Liana, akhirnya sang suami mencari informasi apa yang bisa menjadi solusi buat buat hatinya tersebut.

Dia buka Youtube dengan harapan kebiasaan anaknya diarahkan ke hal positif dan tercetuslah cajon ini.

Togipun memutuskan membuat sendiri. Saat itu, awalnya ada mahasiswa yang lewat depan rumahnya melihat dan langsung memesan.

Warga Jalan Starban gang Trusan Kecamatan Medan Polonia ini menjelaskan dari orderan pertama itulah cajon mulai diproduksi lebih banyak dengan dibanderol dengan Rp150 ribu per unitnya.

“Kemudian mahasiswa tadi setiap dua hari sekali selalu datang untuk pesan. Akhirnya suami penasaran, terus cek harga di Kesawan, ternyata harga cajon Rp 400 ribu paling murah,” ungkapnya.

Togi akhirnya menaikkan harga jual produknya menjadi harga Rp300 ribu per unit. Sejak saat itu, pesanan yang diterima mulai jarang. Hingga akhirnya keduanya bergerak sendiri dalam memasarkan produk tersebut.

Menjalankan usaha ini diakui Liana tak mudah sebab banyak yang belum mengenal cajon.

Namun dengan tekad keduanya mereka terus berusaha dan membidik anak muda, sekolah, pemusik kafe.  Apalagi, Liana sebelumnya sempat membangun usaha asesoris namun tak berjalan maksimal.

Saat ini dalam memasarkan dan memperkenalkan cajon mereka juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook  serta marketplace.

Dalam satu bulan, Togi bisa menyelesaikan 30-an unit  cajon.  

Motivasi keduanya terus berkembang termasuk bergabung menjadi binaan Inkubator Cikal Universitas Sumatera Utara (USU), kemudian Dinas Perindustrian Kota Medan, Dinas Perdagangan Kota Medan serta Dinas Koperasi dan UMKM Sumut. (*/UKM01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved