Kisah Sugeng Berawal dari Jamu Gendong dan Es Keliling, Kini Sukses di Usaha Bakso

 Kisah Sugeng Berawal dari Jamu Gendong dan Es Keliling, Kini Sukses di Usaha Bakso

Diposkan: 02 Apr 2019 Dibaca: 1216 kali



 

UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Beragam usaha sudah dijalani Sugeng (53) warga Jalan Merak Medan Helvetia. Mulai jualan minuman tradisional (jamu gendong) hingga suaminya Suparmin (55) merintis usaha Es Keliling Namun kurang membuahkan hasil.

Akhirnya putar haluan berjualan bakso hingga akhirnya dari kesabaran dan kegigihan Sugeng beserta suaminya sukses hingga memiliki warung dan sejumlah rumah idaman.

Sugeng seorang ibu dari 3 anak. Dia mengaku meraih kesuksesan seperti saat ini penuh liku dan tantangan.

Hal itu dikatakannya saat dijumpai ketika menjamu tamu Bank Indonesia (BI)  yang terdiri dari jajaran pejabat BI dan sejumlah wartawan di Lantai 8 BI, Selasa (2/42019).  

Ia merupakan asli warga Solo Jawa Tengah. Hijrah ke Medan tahun 1987 guna mencoba peruntungan baru di Kota Medan. Ia bersama suaminya saat itu langsung berwirausaha, ia berjualan jamu sedangkan suaminya berjualan es keliling. Setiap hari mereka bertarung dengan panas, hujan, debu juga sesekali diterpa angin kencang. Ia dan suaminya hanya bisa menjalani usaha tersebut hingga tahun 1996.

"Bakso sahabat di Jalan merak Medan Helvetia berdiri tahun1996. Merintisnya  banyak cobaan. Dulu saja jualan Jamu gendong sedang Suami saya jual es keliling. Saat itu cuaca tidak menentu  atau musim hujan  membuat usahaa es keliling yang dilakoni suami saya kurang membuah hasil begitu juga jamu gendong yang saya jalani. Dan apalagi kami di jalanan sering kena hujan, panas dan hasilnya kurang baik. hari ke hari penghasilan kami kian merosot akhirnya kami terfikir membuka usaha kuliner dan bakso," jelasnya dengan mata berkaca-kaca karena mengingat masa lalu.

Setahun berjualan bakso, ia dan suaminya pun mengecap manisnya berbisnis bakso meski dimulai diwarung kecil dan berpindah-pindah tempat namun baksonya tidak pernah sepi pembeli.

"Alhamdulilah  usaha kami maju sekarang sudah  punya warung sendiri, dulunya banyak cobaan kami pindah-pindah tempat usaha dari warung kecil di jalan Setia Budi kemudian pindah di kawasan yang sama dan lanjut pindah ke jalan Merak hingga bertahan selama 7 tahun," ungkapnya.

Ia mengaku setiap usaha pasti ada rintangannya, usaha bakso yang berjalan sudah lancar dan sukses membeli 2 unit rumah namun dipertengahan 2018 ia mengalami goncangan ekonomi yang pelik dikarenakan mengalami musibah yang berturut-turut.

"Warung saya dimasuki maling sebanyak 4 kali, banyak barang yang hilang sehingga saya harus Menganti barang barang yang  hilang dimana harganya lumayan sehingga seperti mengulang kembali ditambah lagi gejolak ekonomi yang pelik," ungkapnya.


Lagi-lagi hanya kesabaran dan berdoa ke Maha pencipta kunci kesuksesan dirinya. Ia kembali bangkit dan karyawannya 6 orang bisa kembali ia gaji dengan normal dan penghasilannyapun naik kembali. Dalam sebulan ia bersih menerima penghasilan Rp5 juta.

"Kami sabar saja berkat sabar itulah kami bisa beli warung dan 2 unit rumah di jalan Flamboyan dan jalan Perjuangan yang kini ditempati anak-anak," ujarnya.

Ia juga membeberkan usahanya kian dipercaya berkat konsisten terhadap rasa dan bahan-bahan yang asli sehingga  baksonya kini naik kelas masuk menjadi salah satu  hidangan di acara-acara instansi di Medan diantaranya Bank Indonesia, BRI, dan kantor dinas lainnya.

Untuk mencicipi  seporsi bakso sahabat hanya Rp15 ribu. Ia berharap usahanya terus berkembang dan terus ramai pembeli. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved