Kisah Iffa Melirik Peluang Bisnis Asesoris

Kisah Iffa Melirik Peluang Bisnis Asesoris

Diposkan: 23 Oct 2018 Dibaca: 985 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Regenerasi membawa Iffa Sugiati, menjadi seorang pengusaha. Ini bermula setelah ‘pensiun’ dari profesinya sebagai seorang marketing salah satu produk kosmetik di Jawa Timur.

Kemudian sekira tahun 2008, dia mencoba peruntung dengan melirik peluang bisnis kuliner. Berbekal hobinya memasak, dia pun membuat produk pastel kering dengan isi abon dan kue kering. Usaha ini,  cukup lama dijalaninya, hingga mencapai empat tahun.

Namun, akunya mengelola bisnis kuliner bukan persoalan mudah. Sebab makanan yang disajikan tidak bisa bertahan lama. Sehingga memiliki resiko yang cukup besar. Apalagi setelah menjalani bisnis tersebut, dia mendapatkan penjualan produk yang kurang menguntungkan untuk mampu menutupi biaya operasional. Sehingga  membuatnya cukup khawatir.

Melihat kondisi ini, pemilik usaha Ava Accecoris ini mengaku membaca kebutuhan pasar dan membuat strategi, agar usaha yang dibangunnya tidak merugi terus menerus. Salah satunya dengan beralih dengan bisnis yang memiliki resiko lebih kecil dibandingkan kuliner.

Akhirnya Iffah memutuskan beralih dengan bisnis assoris berbahan baku baku manik-manik dan tembaga serta wayer sekira tahun 2012 silam. “Tadinya saya mamin. Karena tidak bisa bertahan lama dan resiko besar. Jadi beralih ke asesoris dan cenderamata,”ujarnya baru-baru ini.

Sebelum menjadi pelaku UMKM, dia merupakan marketing salah satu kosmetik. “Kalau saya aslinya orang marketing. Saya dulu bekerja jadi marketing, dan sekarang tahu kenapa ya dulu saya bekerja lama-lama, setelah di ukm ini. Saya tadinya orang kosmetik selama 17 tahun, karena regenerasi, merambah ke UMKM,”ujarnya.

Iffah pun mengaku alasannya beralihnya dengan asesoris, karena pasarnya yang cukup menjanjikan. Dalam membangun usaha ini, dia kerap digandeng corporate untuk memberikan materi cara pembuatan asesoris bagi masyarakat.

“Dari gadis juga saya sangat suka sekali dengan asesoris.  Jadi belajar dulu, satu-satu belajarnya. Mulai bikin anggur, mawar, hewan-hewan. terus dapat pelatihan dan fasilitas dari dinas,”urainya.

Saat disinggung kekhawatirannya dengan banyak asesoris import dipasaran, Iffah tidak menampik. “Kalau soal kekhawatiran dengan barang import ada saja, itu manusiawi. Tapi rezeki, hanya Allah yang tahu. Itu saja. Jadi itu sudah ada yang mengatur sendiri. Jadi walaupun banyak produk serupa, belum tentu produk kita sama. Meski sesama asesoris, tapi tidak sama,”ujarnya.

Dalam membangun bisnis, Iffah yang mengaku lebih mengutamakan kejujuran serta mengedukasi konsumen, sudah berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan karyanya melalui pameran atau bazar. “Kalau pemsarannya sudah ke seluruh Indonesia, melalui pameran dan bazar,”ujarnya. (UKM01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved