Kinerja Industri Kosmetik Nasional Lampaui Pertumbuhan Ekonomi
Diposkan: 20 Jul 2018 Dibaca: 1114 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Industri komestik di dalam negeri terus dipacu agar lebih berdaya saing global. Sebab prospek bisnis ini masih cukup kemilau di masa mendatang. Apalagi, permintaan di pasar domestik dan ekspor semakin meningkat, seiring tren masyarakat yang mulai memperhatikan produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama.
“Indonesia merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukuppotensial sehingga usaha ini dapat menjanjikan bagi produsen kita yang ingin mengembangkannya,” ujar Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dilansir dari laman kemenperin.go.id, Jumat (20/7/2018).
Pihaknya mencatat, di tahun 2017, industri kosmetik nasional tumbuh mencapai 6,35 persen dan naik menjadi 7,36 persen di triwulan pertama tahun 2018. “Artinya, kinerja sektor ini mampu di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan kami perkirakan sepanjang tahun 2018 bisa tembus hingga 7 persen, sejalan dengan pertumbuhan start up dan kebutuhan konsumen yang kian berkembang,” ujar Sigit.
Di samping itu, industri kosmetik di dalam negeri juga bertambah sebanyak 153 perusahaan pada tahun 2017. Sehingga total saat ini mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 % industri kosmetik nasional merupakan sektorindustri kecil dan menengah (IKM) dansisanya
“Dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa dari mereka sudah mengekspor produknya ke ke negara-negara di Asean, Afrika, Timur Tengah dan lain-lain,” tuturnya. Pada tahun 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD 516,99 juta, atau naikdibanding tahun 2016 sebesar USD 470,30 juta.
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso meyakini, pasar produk kosmetik di Indonesia berpotensi terus tumbuh seiring dengan tren penggunaan yang semakin berkembang. “Kalau sebelumnya hanya dua langkah, sekarang konsumen sudah banyak mengaplikasikan kosmetika 5-10 langkah, dimulai dari pembersih, serum, dan lain-lain,” ujarnya.
Oleh karenanya, lanjut Sancoyo, produsen kosmetik di dalam negeri dituntut dapat memenuhi selera konsumen saat ini apabila tidak ingin kalah bersaing dengan produk impor. “Untuk mengetahui tren permintaan produk kosmetik, kami aktif mengadakan pameran setiap tahun yang mengundang para pemain global di bidang bahan baku, kemasan, dan mesin,” imbuhnya. (***)