Kevin Tangkap Peluang dari Wajib Pakai Batik
Diposkan: 21 Nov 2018 Dibaca: 1362 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bisnis batik masih memiliki prosepek menjanjikan. Terlebih, produk yang satu ini menjadi pakaian yang wajib digunakan setiap hari Jumat baik pegawai kantoran maupun anak sekolah.
Sehingga diyakini, usaha yang tersebut masih memiliki pasar yang terbuka luas. Pelaung ini yang kemudian ditangkap Kelvin Liong bersama patnernya Stella, sekira pertengahan tahun 2017 lalu dengan konsep batik modern.
“Di Indonesia setiap hari Jumat kebanyakan kantor mewajibkan pakai batik, demikian juga sekolah-sekolah. Belum lagi batik ini banyak digunakan untuk acara-acara pesta, sehingga prospeknya masih tetap terbuka dan menjanjikan. Bahkan dengan menggunakan batik, terlihat lebih elegan,”ujarnya, baru-baru ini.
Dituturkan Kelvin salah satu alasan dia memilih bisnis fashion, karena ketertarikannya dibidang tersebut. Apalagi orangtunya juga bergerak dibidang yang sama, hanya membidik pasar remaja.
Usaha ini dirintis Kevin bersama Stella dengan memanfaatkan media online sebagai sarana promosi dan pemasaran.
“Kita rintis tahun 2017 pertengahan. Di tahun 2018 ini, kita tambahan ada batik premium untuk laki-laki. Untuk harga bervariasi tergantung corak, motif dan lengan panjang atau lengan pendek. Biasanya yang simpel, itu lebih murah,”ujarnya.
Dalam berproduksi Kelvin mengaku bekerjasama dengan jasa konveksi di Jakarta. Disini dia hanya memilih dan menentukan motif, ukuran dan bahan kain yang akan diproduksi.
“Untuk konveksinya kebanyakan dari Jakarta. Disini konveksi untuk toko mereka sendiri. Kalau di Jakarta banyak jasa koneksi,"ujarnya.
Sejauh ini, Kelvin mengaku banyak menggunakan kain dari sejumlah daerah seperti Medan, Jakarta dan Solo. “Motif kita sendiri yang tentukan. Mana yang cocok kita ambil,”ujarnya.
Dari sejumlah batik yang diproduksi Kevin, model auter menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen.
Dalam memperkenalkan dan memasarkan produk, pemilik akun instagram @batiklacoco ini mengaku memanfaatkan bazar-bazar untuk memperkenalkan aneka kreasi batik produksinya.
Sejauh ini akunya, pemasaran batik tersebut masih naik turun. “Penjualan perbulan masih naik turun, kita masih tahap branding,”ujarnya.
Kedepan dia tetap optimis bisnis batik ini akan memiliki prospek yang bagus. Bahkan keduanya mengaku memiliki rencana untuk bisa ekspansi ke luar kota. “Pasti kita lihat dulu, bisa dikembangkan ke luar kota atau ibukota.”pungkas warga Jalan Asia ini. (UKM01)