Kesuksesan Siti Jariah saat Beralih dari Bisnis Fashion ke Jamu Instan

Kesuksesan Siti Jariah saat Beralih dari Bisnis Fashion ke Jamu Instan
Jamu produksi Siti Jariah

Diposkan: 05 Sep 2018 Dibaca: 1536 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sempat cukup berhasil berbisnis bordir mukena, dan pakaian haji untuk perempuan, Siti Jariah Santoso, (53 tahun), memutuskan banting setir menjadi produsen jamu instan dengan nama Jariah Jamu (JJ) sebagai merk dagangnya lebih dari setahun lalu.

Kini, progres positif menghampiri usaha baru itu. Ibu enam anak ini pun mengaku optimistis dengan progres usaha ke depannya.

Ditemui di sela-sela kegiatan bimbingan teknis e-community UKM Sumut di Hotel Putra Mulia Medan, Rabu (5/9/2018), Siti yang berasal dari Kabupaten Serdangbedagai itu menceritakan proses kenapa akhirnya memilih usaha jamu instan.

"Awalnya saya usaha bordir mukena, pakaian haji. Tapi karyawan banyak yang mengaku capek, mata sakit dan akhirnya berhenti karena memilih pekerjaan lain karena kebetulan kami tinggal dekat dengan laut jadi banyak yang bisa dikerjakan. Dari situ saya memutuskan beralih ke usaha jamu instan. Soal modal, ecek-ecek awalnya," tuturnya kepada UKMKOTAMEDAN.COM.

Berbekal ilmu yang diberikan seorang rekan di usaha bordir, dia mulai memproduksi berbagai jamu mulai  temulawak, majun, jahe, jahe merah,  jamu gepyok (campuran kencur, jahe, temu lawak, induk kunyit, temu mangga).

Dibantu sanak famili, anak angkat hingga suami, Siti memproduksi sendiri produk dari bahan baku yang dia beli dari pasar sekitar rumahnya di Gang Harimau, Pekan Sialangbua, Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdangbedagai. Sebagai produk instan, JJ tinggal diseduh sebelum diminum.

Respons yang didapat cukup positif. Dipasarkan secara sukarela oleh keluarga, rekan hingga konsumen yang sudah membeli produknya, konsumen semakin bertambah. Apa lagi, selain untuk menjaga kesehatan, tumbuhan dari akar tinggal atau rimpang (rhizoma) tersebut juga bisa untuk menyembuhkan penyakit.

"Seperti temulawak, bisa untuk obat asam lambung. Saya sudah buktikan khasiatnya karena anak saya pernah kena. Sampai kumur-kumur saja dia muntah. Minum jamu temulawak setiap malam, saat ini asam lambungnya sembuh total," ucapnya.

Pemasaran dari mulut-ke-mulut hingga media sosial pihak yang mengenalnya membawanya kini memiliki cukup banyak konsumen. Mulai di kawasan daerah dingin seperti Parapat, Aceh, hingga daerah lainnya. Bahkan belum lama ini, ada pihak dari salah satu universitas di Malaysia mengambil sampel produk jahe merah miliknya untuk dilihat apakah layak dipasarkan di sana.

"Ada dosen Tionghoa bawa ke Malaysia yang Jahe Merah, katanya mau dikembangkan di sana. Syukur-syukur lolos. Belum ada satu bulan ini mereka datang tapi saya lupa universitas mana. Mereka bawa sampelnya. Kalau untuk jamu, mulai dari kemasan kecil hingga lima kilo kami sediakan," beber Siti.

Pemesanan pun beragam, mulai dari kemasan kecil, hingga kiloan. Kendati tidak rutin memesan, tapi ada saja yang memesan. Pelanggan juga tidak perlu khawatir, produk Siti ini sudah mengantongi sejumlah izin, bahkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut).

"Dari MUI, sertifikat halal, SIUPP, TDP, BPOM, P-IRT (produk-industri rumah tangga) dan masih berlaku. Kami sekarang lebih mudah mengurusnya karena diurus pada perizinan terpadu satu atap," jelasnya sambil menunjukkan sejumlah beberapa foto penyerahan sertifikat izin usaha.

Soal daya tahun produk, dia menjamin JJ tetap bisa dikonsumsi hingga setahun. Saat ini kata istri Suryadi Santoso, 62, itu, dirinya bahkan sudah hampir kehabisan stok kemasan dan akan segera melakukan pemesanan termasuk untuk kotak kemasannya.

Ditanya soal optimisme perkembangan usahanya tersebut, dia mengaku yakin usahanya akan semakin maju lantaran banyaknya media untuk memasarkan produk tersebut. "Yakin berkembang. Banyak yang membantu,  dari aparat pemerintah, Dinas Koperasi dan UKM Sumut, e-community UKM Sumut, rekan, dan termasuk media," ucapnya kendati enggan membeberkan berapa omset yang dia dapat setiap bulannya.(UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved