Kementan Turunkan Impor dengan Dongkrak Populasi Sapi Lokal
Diposkan: 19 Aug 2018 Dibaca: 1424 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian berhasil menekan angka impor daging sapi. Ini terlihat dari data tren penurunan angka impor daging sapi nasional sejak 2016.
Data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian menyatakan, realisasi Impor daging pada 2016 sebanyak 147.851 ton, sementara pada 2017 turun menjadi 120.789 ton. Sedangkan impor daging untuk 2018 sampai dengan 30 Juni, realisasi mencapai 69.168 ton atau 61% dari prognosa impor daging 2018 sebesar 113.510 ton.
"Artinya, dari data tersebut, apabila impor daging 2018 tidak melebihi prognosa, maka impor daging mengalami trend penurunan dari tahun 2016-2018," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita dikutip dari Republika.co.id, Minggu (19/8/2018).
Ketut optimis pihaknya, terus berupaya keras mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang dikenal dengan Upsus SIWAB. Program tersebut ditujukan untuk optimalisasi reproduksi ternak sapi sehingga bisa mempercepat peningkatan populasinya.
Berdasarkan realisasi pelaksanaan Upsus SIWAB pada 2017 capaian IB nasional adalah sebanyak 3.976.470 ekor atau 99,41% dari target 4 juta ekor. Dari sana capaian kebuntingan sapi nasional sebanyak terdata sebanyak 1.892.462 ekor atau 63,08% dari target 3 juta ekor. Kelahiran sapi pun berhasil terakselerasi menjadi 911.135 ekor. Secara keseluruhan populasi tahun 2017 sebanyak menjadi 18.539.000 ekor.
Ketut menekankan dengan program tersebut, populasi sapi/kerbau meningkat cukup signifikan. Terlihat dari pertumbuhan populasi sapi/kerbau pada 2015-2017 sebesar 3,84%, melonjak pesat bila dibandingkan pada periode 2012-2014 sebesar 1,03%. Inilah bukti nyata keberhasilan program pemerintah melalui Upsus" SIWAB”.
Tahun ini, pemerintah menargetkan kebuntingan sebanyak 2,1 juta ekor dari 3 juta akseptor sapi/kerbau. Berdasarkan data kumulatif sejak 1 Januari hingga 13 Agustus 2018 capaian IB nasional adalah sebanyak 2.855.153 ekor dengan total akseptor sebanyak 2.792.644 ekor atau 93,09% dari target akseptor 3 juta ekor akseptor 2018.
Untuk capaian kebuntingan nasional pada periode yang sama tercatat sebanyak 1.193.106 ekor 56,81% dari target kebuntingan 2018 sebanyak 2,1 juta ekor. Sedangkan kelahiran telah mencapai 804.753 ekor atau 47,90% dari target kelahiran 2018 sebanyak 1,68 juta ekor.
Selain bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak sapi dan kerbau, Ketut menyatakan kegiatan Upsus SIWAB juga diharapkan memberikan dampak ekonomi secara nasional.
"Nilai jual pedet lepas sapih berumur 6 bulan dengan harga rata-rata sebesar 8 juta rupiah, jika dikalikan dengan jumlah kelahiran 911.135 ekor pada tahun 2017, maka dampak ekonomi yang dihasilkan sebesar 7,28 triliun rupiah. Bandingkan dengan input pelaksanaan Upsus SIWAB yang hanya 1,07 triliyun rupiah," ujar Ketut.(*)
Sumber : Republika.co.id