Kemenperin Sokong IKM Nasional Go Digital
Diposkan: 21 Mar 2019 Dibaca: 1230 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian gencar mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) segera memanfaatkan teknologi digital. Sehingga mampu berdaya saing global.
“Saat ini, dunia telah memasuki era digital economi, di mana model bisnis yang banyak dijalankan adalah berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara e-Smart IKM 2019 “IKM Go Digital” di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019).
Acara yang dihadiri 1200 peserta meliputi pelaku IKM dan masyarakat umum dari Jabodetabek, Cianjur, Sukabumi dan wilayah lainnya di Jawa Barat.
“Kami mengapresisi kepada para peserta yang hadir saat ini, karena mereka luar biasa dengan antusias mendaftar melalui online. Artinya, semua sudah sangat paham dengan digital dan siap memasuki era ekonomi digital,” tutur Menperin.
Acara tersebut juga berkolaborasi dengan 17 pelaku usaha dan teknologi seperti marketplace besar di Indonesia, logistik, perbankan, financial technology, dan information technologyyang dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan workshop.
“Upaya pengembangan IKM melalui pemanfaatan teknologi digital ini untuk memacu IKM nasional agar berdaya saing global dalam berperan pada penerapan revolusi industri 4.0,” ujarnya.
Airlangga meyakini, penggunaan teknologi era revolusi industri 4.0 akan mampu mendongkrak produktivitas industri manufaktur secara efisien, termasuk sektor IKM. Bahkan, produk-produk yang dihasilkan bakal lebih kompetitif dan inovatif.
“Oleh karena itu, ke depannya, investasi bisnis akan cenderung mengarah kepada aktivitas usaha dengan platform yang kita kenal dengan istilah industri 4.0,” ungkapnya. Apalagi, Indonesia mempunyai potensi seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan internet dan membaiknya infrastruktur telekomunikasi.
Dia menambahkan, kegiatan workshop e-Smart IKM ini bertujuan untuk mempermudah akses pasar, akses keuangan, meningkatkan kualitas produk, serta diperkenalkan dengan markteplace dan e-
Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun 2018, Workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,37 miliar. Berdasarkan sektornya, industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31,87% dari total transaksi di e-Smart IKM, kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,10%, dan industri fesyen sebesar 25,87%.
“Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini,” ungkap Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih. Sudah ada beberapa cerita sukses dari para pelaku usaha yang mengikuti e-Smart IKM, misalnya IKM suku cadang kendaraan, omzetnya mampu naik hingga mencapai Rp100 juta dalam kurun waktu tiga bulan.(*)
Sumber : Kemenperin