Kemenperin Dorong Kerja Sama Industri 4.0 dengan Taiwan
Diposkan: 26 May 2019 Dibaca: 745 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan teknologi di sektor industri, salah satu upayanya dengan mendirikan Digital Capability Center (DCC). Pusat kemampuan digital ini akan dibangun meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor manufaktur.
“Rencana itu sedang dikonsepkan, dan dua tahun ke depan kita akan punya DCC yang bekerja sama dengan perusahaan konsultan manajemen multinasional McKinsey. Fasilitas ini perlu dibangun seiring dengan upaya pengembangan industri ke arah teknologi 4.0, karena di dalam negeri perlu dibangun juga device, network, dan application (DNA),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, dilansir dari laman kemenperin, Minggu (26/5/2019).
Pembangunan DCC ini sebutnya, bakal berkolaborasi dengan lembaga penelitian dan pengembangan teknologi di Taiwan bernama Industrial Technology Research Institute (ITRI).
“Modelnya mungkin akan mirip dengan DCC yang sudah ada di Singapura. Kerja sama lebih lanjut antara ITRI dengan Kemenperin, terus kami follow-up,” ungkapnya.
Menurut Airlangga, pembangunan DCC diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri yang belum menerapkan digitalisasi terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM).
Kemenperin meyakini, penerapanekonomi digital akan mampu menciptakan peluang baru. Berdasarkan hasil penelitian McKinsey dan PricewaterhouseCoopers (PwC),ekonomi digital mampu meningkatkan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar USD150 miliar pada tahun 2025.
Bahkan, pada 2025, Indonesia juga bakal membutuhkan sebanyak 17 juta tenaga kerja baru yang melek teknologi. Maka itu, mereka memerlukan skill baru, termasuk talenta yang berbeda dengan yang dimiliki sekarang. Di sektor manufaktur, diperkirakan akan bertambah 4,5 juta orang tenaga kerjsa, sedangkan 12,5 juta pekerja lainnya untuk sektor jasa pendukung industri.
“Program reskilling, retraining, vokasi dan politeknik menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya. Untuk itu, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo untuk periode kedua. (*/kemenperin)