Kemenperin Bangun Dua Politeknik di Jateng

Kemenperin Bangun Dua Politeknik di Jateng

Diposkan: 28 Feb 2019 Dibaca: 1179 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, DEMAK- Kementerian Perindustrian membangun dua unit pendidikan vokasi di wilayah Jawa Tengah.  Langkah ini, sebagai upaya strategis untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan sektor manufaktur yang potensial.

Keduanya, Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tesktil di Solo serta Politeknik Industri Furnitur di kawasan industri Kendal.

“Dalam dua tahun terakhir, selain mendorong kerja sama antara industri dengan SMK, kami juga menginvestasikan Rp150 miliar untuk membangun fasilitas pendidikan dan teaching factory di Akom Solo dan sudah diresmikan bersama Menteri Singapura untuk Politeknik di Kendal dengan investasi Rp125 miiar,”ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Demak, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, upaya tersebut merupakan wujud konkret dari komitmen pemerintah dalam memacu industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global.

“Apalagi Jawa Tengah memiliki sektor-sektor manufaktur andalan untuk menopang pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Misalnya, industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Sektor padat karya berorientasi ekspor ini mampu menunjukkan pertumbuhan yang gemilang sebesar 8,73 persen pada tahun 2018 atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,17 persen.

Sepanjang 2018, ekspor TPT nasional diproyeksi mencapai USD13,28 miliar atau naik 5,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.Industri TPT juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor manufaktur.

Provinsi Jateng merupakan salah satu basis industri furnitur yang mampu menyumbang hingga 57 persen dari total ekspor furnitur nasional.

“Dengan target peningkatan ekspor nasional mencapai USD5 miliar, diperkirakan kebutuhan tenaga kerja furnitur khususnya di Jawa Tengah meningkat sebanyak 101.346 orang dalam dua tahun ke depan,” sebut Menperin.

Oleh karena itu, penyiapan SDM yang kompeten menjadi kunci peningkatan kemampuan industri nasional, terutama dalam memasuki era industri 4.0.

Airlangga optimistis, di tengah ketidakstabilan ekonomi global, pertumbuhan industri  manufaktur nasional  diproyeksi sebesar 5,4 persen pada tahun 2019. Sektor-sektor yang akan menopangnya, antara lainindustri makanan dan minuman dengan target pertumbuhan 9,86%, permesinan (7%), tekstil dan pakaian jadi (5,61%), serta kulit barang dari kulit dan alas kaki (5,40%).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi Kemenperin yang meluncurkan program pendidikan vokasi link and match antara industri dengan SMK serta membangun dua unit pendidikan vokasi di Jateng. Upaya ini dinilai dapat meningkatkan kompetensi SDM di wilayahnya. (Kemeperin/UKM01)


 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved