Kemenpar Undang Investor ke Samosir
Diposkan: 02 May 2019 Dibaca: 864 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, SAMOSIR- Kementerian Pariwisata mengundang dan membuka peluang bagi investor pariwisata untuk menggarap potensi di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Mugiyanto, saat melakukan site visit bersama calon investor di Danau Aek Natonang, Kabupaten Samosir, seperti dilansir dari laman Kemenpar, Rabu (1/5/2019).
Menurutnya, peluang tersebut merupakan komitmen untuk memajukan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya sebagai salah satu destinasi prioritas yang dicanangkan pemerintah.
“Upaya yang kami lakukan adalah memfasilitasi dan mempertemukan calon investor dengan pemerintah daerah Kabupaten Samosir, dalam Forum Investasi, pada 29-30 April 2019 di Pulau Samosir, Sumatera Utara,” katanya.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata, perwakilan Asisten Deputi Destinasi Regional I Kementerian Pariwisata, Wakil Bupati Kabupaten Samosir, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, dan para calon investor potensial.
"Diharapkan kegiatan ini menjadi magnet untuk menarik para investor berinvestasi di sektor pariwisata baik di bidang jasa akomodasi seperti perhotelan, resort, restoran maupun atraksi buatan lainnya, seperti jenis-jenis permainan air. Mengingat di lokasi ini terdapat sebuah danau yg cukup potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu wahana permainan air," ujar Mugiyanto.
Untuk saat ini, ada dua calon investor yang menunjukkan ketertarikannya dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Samosir, yakni PT. Sekarmas Nusantara yang merupakan pemilik dan pengelola Merapi Park, Yogyakarta, serta PT. Artha Prakarana, Jakarta.
Direktur Utama PT. Artha Prakarana, Leo Rustandi, kawasan Danau Aek Natonang memerlukan pengembangan atraksi untuk menarik minat wisatawan di Kabupaten Samosir.
"Tempatnya bagus, tinggal dipikirkan atraksi apa yang cocok untuk mendatangkan orang lebih banyak, sambil mengembangkan PAD-nya," katanya.
"Kami memiliki latar belakang pengetahuan soal hotel dan promotor kesenian. Ini akan dikombinasikan sebagai instrumen untuk bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan, tapi analisis SWOT-nya harus dibuat sangat terencana,” tambahnya.
Tanggapan positif juga diutarakan pemilik sekaligus pengelola Merapi Park Yogyakarta, Bambang Utomo, yang mengatakan sektor pariwisata Pulau Samosir masih berpotensi besar untuk dikembangkan.
Sinergi investasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata ini diharapkan bisa mempercepat realisasi target 20 juta wisman pada 2019, khususnya target 1 juta wisman di kawasan Danau Toba.
Wakil Bupati Kabupaten Samosir, Juang Sinaga, (30/4), mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran investor yang ingin berinvestasi di Pulau Samosir.
Dia juga berharap seluruh investor yang akan berinvestasi di Pulau Samosir, memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan menjaga muatan lokal di kawasan ini.(*/kemenpar)