Kemenpar Dorong Co-Branding Jadi Brand Strategy Pariwisata

Kemenpar Dorong Co-Branding Jadi Brand Strategy Pariwisata

Diposkan: 29 Sep 2019 Dibaca: 926 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong program Co-Branding untuk menjadi salah satu brand strategy pariwisata Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi sejumlah artis Co-Branding pada Wonderful Indonesia Co-Branding Forum 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, dilansir dari laman resmi kementerian pariwisata, Minggu (29/9/2019).

"Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci utama pengembangan pariwisata Indonesia. Sebanyak 138 brand dan 100 restoran diaspora digandeng Kemenpar sebagai mitra Co-Branding untuk menyukseskan pencapaian target wisman 2019. Sampai saat ini belum ada benchmarking untuk program Co-Branding. Bahkan Singapura Tourism Board baru mulai melakukan co-branding pada 2019 ini," ujarnya.

Data menunjukan kinerja sektor pariwisata Indonesia meningkat signifikan. Travel Tourism Competitiveness Index melaporkan bahwa pada 2019, Indonesia berada pada peringkat 40, naik 30 peringkat dari kedudukannya di peringkat 70 pada 2013. 

"Price Competitiveness, Prioritization of Travel & Tourism, dan International Openness menjadi keunggulan pariwisata Indonesia dalam TTCI. Sementara itu, Environmental Sustainability, Health and Hygiene, dan Tourist Service Infrastructure jadi kelemahan yang harus diperbaiki," jelas Menpar.

Peringkat Indonesia dalam Country Brand Strategy juga mengalami peningkatan menjadi peringkat 38 pada 2019 dari peringkat 47 pada 2017. Meski begitu, Brand Strategy yang dilakukan oleh negara lain di ASEAN, seperti Malaysia dan Vietnam juga meningkat pesat. Peringkat Country Brand Strategy Malaysia meningkat dari 85 (2017) menjadi 47 (2019), sementara Vietnam dari 107 (2017) menjadi 101 (2019). 

"Untuk itu, kita harus mempelajari apa yang membuat peringkat mereka meningkat pesat," jelas Menpar. 

Senada dengan ungkapan Menpar, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Manajemen Strategis, Priyantono Rudito menjelaskan bahwa pengembangan kerja sama dengan mitra co-branding, kolaborasi produk juga dilakukan dengan beberapa mitra sekaligus. Hal ini dilakukan agar kemitraan tersebut dapat menembus pasar regional atau era revolusi industri 4.0.

"Sebagai contoh, kerja sama yang dilakukan yakni pay later card yang bisa dilakukan oleh tiga perusahaan, yakni BRI, Visa, dan Traveloka," katanya. 

Salah satu pihak yang bekerjasama dengan Kemenpar yakni Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Sebagai komitmen kerjasama, Asensi dan Kemenpar telah melakukan penandatanganan kerja sama “Pada acara ini, 26 anggota ASENSI berkomitmen untuk bersama-sama mempromosikan merek Wonderful Indonesia,” katanya. (*)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved