Kemenkes Prioritas Penurunan Stunting

Kemenkes Prioritas Penurunan Stunting

Diposkan: 11 Jul 2018 Dibaca: 1082 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menyebutkan  penurunan angka stunting (masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama) masih menjadi prioritas di Indonesia hingga saat ini.

Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Sumut bertema Sinergisme provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Sumut dalam mewujudkan Universal Health Coverage, di Emerald Garden Hotel, Rabu (11/7/2018).

“Seperti  di Langkat, pada tahun 2013, kasus stunting angkanya sangat tinggi, mencapai 55,48%. Artinya dari 2 anak, satu di antaranya mengalami stunting. Stunting nggak enaknya bukan hanya fisiknya yang pendek,”ujar Nila didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama.

Dalam acara yang digelar dua hari 11hingga 12 Juli 2018 tersebut, dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se Sumut, Nila menyebutkan dari stunting ini yang dikhawatirkan adalah otaknya juga ikut pendek. “Bayangkan, sebanyak itu, kepandaiannya tidak meningkat,"sambungnya.

Dengan kondisi tersebut ujarnya, negara akan terbebani.  Sebab jika 50% anak yang mengalami stunting, maka negara tidak akan maju. “Kesehatan adalah hal yang terpenting dan menjadi nomor satu yang menjadi fokus utama. Kemudian barulah pendidikan,”ujarnya.

Tidak mungkin sambungnya, kesehatannya buruk, mengalami fisik dan kognitifnya stunting, akan menjadi orang yang berpendidikan. “Sebab SDM berkualitas didukung kesehatan yang baik. Sebenarnya, sesuai nawacita Presiden RI, kita telah mendorong sejak dahulu agar masyarakat menjadi manusia yang pandai. Memang geografis setiap daerah tidak sama. Tidak semua wilayah mendapatkan akses yang mudah. Tetapi kita akan tetap berupaya penanganan ini dalam program gerakan masyarakat (Germas)," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, selain stunting, Tuberculosis (TBC) juga menjadi perhatian bersama-sama, sebutnya. Oleh karenanya, jika mendapati salah satu keluarga yang mengarah pada TBC harus langsung diobati.

“Apabila ada keluarga atau asisten rumah tangga (ART) kita yang sakit TBC harus peduli bersama-sama untuk membawa ke rumah sakit untuk diobati sehingga tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya seraya berharap setelah Rakerkesdas ini seluruh jajaran kesehatan semakin semangat. (UKM03)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved