Kemendes Kenalkan Potensi Ekonomi Digital di Sumbawa

Kemendes Kenalkan Potensi Ekonomi Digital di Sumbawa

Diposkan: 09 Sep 2018 Dibaca: 1302 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Samsul Widodo mengajak petani di daerah tertinggal memanfaatkan ekonomi digital dalam menjual produknya tanpa harus melalui tengkulak. Namun langsung kepada konsumen.

Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Universitas Samawa Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat bertajuk 'Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Melalui Pengembangan Ekonomi Digital'. Kuliah umum ini dibuka Rektor Universitas Samawa Dr Syafruddin, MM.

"Potensi ekonomi digital ini didukung dengan tingkat pengguna internet di Indonesia yang besar, berdasarkan hasil survei tahun 2017 sebanyak 54,68% dari populasi penduduk Indonesia merupakan pengguna internet," kata Samsul dalam keterangannya dikutip dari detikfinance, Minggu (9/9/2018).

Samsul mengatakan, kehadirannya di Sumbawa tidak hanya untuk memberikan kuliah umum tetapi untuk meramaikan acara 'Sail Moyo Tambora 2018'. Dia ingin membangun sumber daya manusia di Sumbawa agar memiliki masa depan yang lebih baik.

"Kita adalah ekonomi digital, Sumbawa punya pasar yang besar seperti Lombok dan Bali oleh karena itu Sumbawa pasti bisa,"ujarnya.

Samsul berharap nelayan Sumbawa dapat menjual ikan hasil tangkapannya hingga mengekspor ke luar negeri. Sumbawa dikenal memiliki potensi ikan hasil laut yang besar, Direktorat Jenderal PDT bahkan melihat hasil laut yang berupa ikan tuna seberat 55 kg per ekor.

Ditjen PDT Bersama PT Aruna Jaya Nuswantara akan memamerkan ikan tersebut di booth Kemendes PDTT pada Expo Maritim di Pelabuhan Badas dalam rangka Sail Moyo Tambora 2018.

Dengan begitu, para nelayan di Sumbawa bisa mendapatkan inspirasi untuk menjual ikan hasil tangkapannya melalui online. Salah satunya bisa melalui www.pasarlaut.com.

Selain PT Aruna Jaya Nuswantara, Kementerian Desa PDTT melalui Ditjen PDT turut menghadirkan CEO Eco Fashion Week Merdi Sihombing. Merdi hadir untuk mengajarkan teknik penggunaan pewarna alami dalam memproduksi kain selama lima hari.

"Selain meningkatkan produktivitas juga turut bersumbangsih menjaga kelestarian lingkungan," ungkap Samsul. Melalui pelatihan tersebut, Merdi dapat memproduksi satu lembar kain yang tenunnya tipis dan tidak tebal. Padahal, biasanya dalam satu bulan Merdi hanya bisa memproduksi satu lembar kain. (*)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved