Keluar dari Bank, Berani Memilih Jadi Pengusaha Cemilan
Diposkan: 01 Jun 2018 Dibaca: 1422 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Berawal dari hobi akhirnya Baby Marlina membuka usaha via online di media sosial Instagram. Usaha yang ia tekuni yakni usaha kuliner dengan brand Cemilan_Kita yang sudah berjalan sejak 2013 lalu setelah ia memutuskan resign dari salah satu Bank milik BUMN.
Perempuan kelahiran Medan, 18 Maret 1983 ini mengaku sangat suka dengan kartun Doraemon sehingga tercetus ide untuk membuat cemilan dorayaki yakni makanan ala Jepang yang sangat disukai Doraemon.
Setelah diterima di pasar, Baby melebarkan sayap dengan membuat cemilan lainnya yang beragam seperti oreo goreng tabur gula, pudding lumut, segitiga bermuda, manisan, kue kering coklat dan banyak lagi.
Dia mengurai keinginannya memiliki usaha sendiri buka tanpa alasan. Selain hobi, ini juga merupakan tantangan terbesarnya setelah rela melepaskan karir di perusahaan perbankan.
“Awalnya saya kerja di salah satu Bank BUMN kurang lebih lima tahunan saya resign, karena kemarin mau ikut keluarga dan memang sekalian hijrah juga dari bank konvensional. Jadi, sambil mengisi kegiatan saya memilih usaha cemilan mengingat saya doyan makanan Jepang dan saya cari di internet mengenai pembuatan dorayaki karena saya penyuka kartun Doraemon,” katanya kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Jumat (1/6/2018).
Menggeluti usaha mengandalkan pemasaran lewat dunia maya, diakui Baby banyak suka dan duka yang dialaminya. Sebab selain kue yang dipesan tidak ready, karena ordernya harus 1 hari sebelumnya. Apalagi menjumpai customer yang pemberi harapan palsu (php) aja.
“Kadang chat hanya di-read saja dan kita enggak tahu dia mau beli atau nggak. Kalau sukanya senang karena bisa menyalurkan hobi. Awalnya enggak pinter masak lama-lama jadi hobi dan keterusan. Apalagi bisa berinteraksi dan punya kenalan dengan berbagai macam customer juga punya banyak kenalan owner yang lainnya sehingga bisa saling sharing dan berbagi ilmu,” ujar perempuan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).
Nah, untuk pemasaran cemilan yang ia olah tentunya di wilayah Kota Medan via kurir atau transportasi online seperti gojek. Begitupun permintaan dari luar Medan juga ada seperti Tebingtinggi, Galang dan lainnya. Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp15.000. Saat ini, selama ramadan Baby juga memasarkan manisan.
“Ramadan ini manisan banyak diburu untuk persiapan Lebaran, dan pasti banyak yang meminati jadi saya juga pasarkan manisan yang saya ambil dari orang lain,” tutupnya. (UKM03)