Kapal Bambu Laminasi Pertama di Dunia Diluncurkan
Diposkan: 03 Jul 2018 Dibaca: 1176 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, SURABAYA- Inovasi kapal berbahan bambu laminasi, Baito Deling 001 hasil penelitian dosen Perkapalan Institut Tehnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Heri Supomo, Senin (2/7/2018) diluncurkan. Ini mengunakan teknik laminasi atau penggabungan bilah bambu hingga membentuk papan atau balok yang pertama kalinya di dunia.
Sesuai namanya, Baito Deling berasal dari Bahasa Jawa, ‘baito’ yaitu kapal atau perahu, sedangkan ‘deling’ yaitu bambu. Baito Deling 001 ini memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi 0,8 meter, dan mampu berlari hingga 7 unit, dengan daya tampung 2 GT. Baito Deling 001 juga dilengkapi 10 kursi duduk yang cukup nyaman.
“Ini inovasi yang bagus dan kita harus coba pakai. Ini juga sebuah pilihan pada saat hutan kita sudah habis. Kayu tidak ada karena makin mahal dan nelayan kita memerlukan kapal-kapal ukuran seperti ini. Jadi sangat bagus," puji Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang hadir pada peluncuran kapal berbahan bambu laminasi, Baito Deling 001 dilansir dari laman resmi kkp.go.id.
Kapal bambu ini, telah dikembangkan sejak 2012 lalu itu, di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Susi berharap karya tersebut bisa difinalisasi menjadi sebuah produk. “Jadi bukan hanya sekedar prototype trial, tapi dicoba benar supaya bisa diaplikasikan dan diimplementasikan,” ujarnya.
Menteri Susi berpendapat, inovasi ini dapat dijadikan solusi atas mahalnya bahan baku kayu yang dibutuhkan nelayan untuk membuat kapal. “Jadi bambu tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membuat angklung, tapi juga dapat digunakan untuk membuat kapal,” lanjutnya.
Namun sambungnya, dalam penggunaan bahan bambu ini, rentan terhadap kelembaban sehingga dibutuhkan perlakuan dan penanganan yang baik dan tepat.
Menteri Susi menyadari, memang tak semua produk baru mudah diterima masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sertifikasi untuk menjamin mutunya. “Selama ini banyak karya anak bangsa terhambat sertifikasi karena sertifikasi sering dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tuturnya.
Oleh karena itu, Menteri Susi ingin dilakukan sertifikasi yang benar karena di era globalisasi ini setiap negara membutuhkan sertifikasi untuk melindungi karya anak bangsa. “Negara dengan produksi yang bagus, kualitas dan efisiensi (produk) bagus akan sukses,” ia meyakinkan.
Rektor ITS Prof. Joni Hermana mengungkapkan, investor kapal telah mempresentasikan kapal di Inggris dan kapal tersebut telah dinyatakan sebagai kapal pertama di dunia dengan penggunaan bambu seluruhnya. Ia juga mengatakan kesiapan ITS untuk memproduksi kapal ini secara mssal sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, pencipta kapal Heri Supomo mengatakan, kapal bambu tersebut lebih cocok digunakan sebagai kapal wisata. Bahkan menurutnya sudah ada beberapa investor yang menawarkan diri. “Pariwisata yang pertama kali yang memesan kita sudah lakukan studi desain. Ini untuk di Karimun Jawa, ada di Lombok dan Pulau Komodo. Setelah studi didesain nanti akan dibangun,” kata Heri.(***)