Kanwil DJP Sumut dan IKPI Sumut Sosialisasikan PP 23
Diposkan: 02 Aug 2018 Dibaca: 1377 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara bersama Ikatan Konsultan Pajak lndonesia (IKPI) Sumatera Utara kembali bersinergi menyelenggarakan Dialog Interaktif Perpajakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 di Stella Hall, Hermes Place Convention, Jalan Mongonsidi, Medan, Kamis (2/9/2018). Acara yang diikuti lebih dari 1300 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini sebagai upaya mensosialisasikan sekaligus mengedukasi wajib pajak.
Kepala Kanwil DJP Sumatera Utara, Mukhtar mengatakan, PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu mengatur pengenaan Pajak Penghasilan Final (PPh Final) bagi Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto (omzet) sampai dengan Rp 4,8 milyar dalam satu tahun. Ketentuan tersebut merupakan perubahan atas ketentuan pengenaan PPh Final sebelumnya sebagaimana diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2013.
Dia menyebutkan, sejak berlakunya tarif PPh Final sebesar 1% sesuai PP Nomor 46 sampai dengan akhir 2017, jumlah Wajib Pajak di Kanwil DJP Sumatera Utara yang membayar PPh Final khusus UMKM terus bertumbuh tiap tahunnya. Pertumbuhan paling besar terjadi di tahun 2017, yaitu sebesar 42,90% dibanding tahun 2016.
“Dengan penurunan tarif PPh Final menjadi 0,5%. Diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang melaksanakan kewajiban perpajakannya,”katanya.
Dia menjelaskan, adapun pokok-pokok perubahan yang diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2018 diantaranya, penurunan tarif PPh Final dari 1% menjadi 0,5% dari omzet yang wajib dibayarkan setiap bulannya. Kemudian, mengatur jangka waktu pengenaan tarif PPh Final 0,5% yakni, untuk wajib pajak orang pribadi, yaitu selama 7 tahun, sedangkan untuk wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama 4 tahun.“Dan, untuk wajib pajak badan berbentuk perseroan terbatas selama 3 tahun,”katanya.
Penurunan tarif tersebut lanjutnya, dimaksudkan untuk mendorong masyarakat berperan serta dalam kegiatan ekonomi dengan memberikan kemudahan dan kesederhanaan kepada pelaku UMKM dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Penurunan tarif PPh menjadi 0,5% juga membuat pelaku UMKM memiliki kemampuan ekonomi yang Iebih besar dalam mengembangkan usaha dan melakukan investasi. Turut hadir komika tunggal, Cak Lontong untuk menghibur pelaku usaha yang hadir dalam acara sosialiasi tersebut.(UKM01)