Jus Kunyit Asam Sahabat Hijrahku, Minuman Tradisional Dikemas Kekinian
Diposkan: 04 Mar 2019 Dibaca: 1118 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Jika mendengar kata jamu, yang terlintas di pikiran banyak orang adalah minuman tradisional.
Namun, di tangan gadis yang satu ini, minuman yang kaya manfaat baik bagi kesehatan tubuh ini bisa disandingkan dengan produk minuman kekinian.
Adalah Dea Mega Putri (20) warga Jalan Putri Hijau ini merintis usaha jamu tradisional yang berhasil mengubah kesan jamu asam kunyit menjadi lebih modern dan menarik.
Dea Mega Putri yang akrab disapa Dea ini mengaku memilih usaha ini karena berkeinginan mengembangkan ide orang zaman dulu, namun mengemasnya lebih moderen. Sehingga seperti jus yang bisa diminum kapan saja dan pastinya juga disukai oleh anak muda.
"Saya memilih usaha ini karena jamukan menyehatkan tubuh, selain saya ingin mengembangkan ide-ide orang zaman dulu yang sangat bagus, jadi saya kemas jamunya dengan kemasan kekinian agar anak muda juga antusias mengkonsumi minuman sehat ini," paparnya.
Diceritakannya, usaha ini memang dirintisnya belum lama, usaha ini adalah idenya bersama dengan temannya. Kebetulan diakuinya, dulu ia jika sakit selalu dibuatkan minuman ini. Sehingga ia menyadari bahwa minuman ini sungguh kaya manfaat. Karena itulah, ia dan sahabatnya memulai usaha ini.
"Bahan-bahan yang kami gunakan menggunakan resep lama, seperti kunyit, jahe, asam, sedikit gula dan air lalu kita blender dan dimasak hingga matang, kemudian kita saring dan dikemas dengan botol berdisain kekinian, mirip seperti jus," jelas Dea.
Dea yang keseharian menggunakan pakaian syar'i ini memasarkan produknya di media sosial seperti instagram. Kemudian ia juga membuka reseller bagi teman kuliah dan pengajiannya.
"Saya memasarkan jus kunyit asam ini masih Melayu Instagram saya yuk jajan@medan, tapi begitupun saya tetap membawa produk saya ini ke kampus,ke pengajian dan saya juga buka reseller," ungkapnya.
Untuk bisa menikmati sebotol jus kunyit asam yang sangat bermanfaat bagi tubuh ini hanya Rp7 ribu saja. Dea berharap ia bisa memproduksi untuk dikirim ke seleuruh kota di Indonesia. (UKM06)