Jualan Jipang, Cara Anak Disabilitas Ini Bertahan Hidup

Jualan Jipang, Cara Anak Disabilitas Ini Bertahan Hidup

Diposkan: 02 Dec 2018 Dibaca: 1009 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tangan dan kakinya tidak tumbuh dengan sempurna, kondisi ini sudah dialaminya sejak lahir ke dunia. Namun, ini pulalah yang mengajarkan ia harus hidup mandiri dan bertahan ditengah keterbatasannya.

Rahmad Ridho (17) warga Tembung Pasar 6 ini, sehari-hari berada di persimpangan lampu merah Jalan Imam Bonjol Medan. Ditengah, panas terik maupun hujan ia akan tetap berada dipersimpangan untuk menjajakan kue jipang kepada pengguna jalan di kawasan itu.

Sesekali Ridho panggilan Rahmad Ridho menjajakan kue jipangnya ke pengendera sepeda motor saat melakukan pengisian BBM di SPBU Imam Bonjol.

Ia kini tinggal bersama ibu dan ketiga saudaranya. Sedang ayahnya baru saja meninggalkan (cerai) dengan ibunya dan memilih bertempat tinggal jauh dari mereka.

“Saya sekarang tinggal sama ibu dan kakak juga adik, kalau ayah sudah pisah dari kita,” kata Ridho kepada UKMKOTAMEDAN, baru-baru ini di warung kopi saat ia istirahat karena kue jipangnya sudah habis.

Ridho menuturkan ia terpaksa putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan pendidikan karena kesulitan ekonomi. Ibunya juga hanya penjual baju keliling. Kondisi tersebut ‘memaksanya’ harus mandiri dengan berjualan kue jipang.

Setiap hari mulai pukul 14.00 Wib, Ridho mengayuh sepedanya dari Tembung menuju Jalan Imam Bonjol. Tidak ada lelah yang dirasakannya karena menjadi pembalap sepeda adalah cita-citanya.

Kue jipang yang diambilnya dari distributor di Jalan Bromo Medan kadang dipanggul dipundaknya.Terkadang diikat di setang sepeda miliknya. Tepat pukul 15.00 wib, kue jipang yang ia jajakan setiap hari habis laku terjual.

“Tiap hari saya bisa peroleh Rp 200 ribu, Rp 100 ribu buat membeli barang kembali, sedang sisanya buat ibu dan kebutuhan saya di jalanan,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Setiap hari ia membawa 10 pack jipang. Kalau dijual perbiji Rp 1000. Kalau ada yang mau beli perbungkus penuh Rp 20 ribu. Terkadang, ada saja orang yang memberi uang kepadanya mungkin untuk bersedekah kata Ridho.

“Saya  berjualan untuk mengisi aktivitas yang kosong dan membantu orang tua. Kalau untuk sekolah sepertinya sulit sudah terpendam harapan saya,” katanya lagi.

Tapi Ridho memiliki Cita- cita yang ingin ia capai yaitu menjadi pembalap sepeda. Sebelumnya ia sempat ikut club sepeda dan pernah ikut kompetisi balap sepeda hingga ke Berastagi. Namun sejak sepedanya hilang ia tidak lagi ikut balap dan ia keluar dari club sepeda kebanggannya. Dengan kondisi seperti ini ia masih memiliki harapan bisa ikut komunitas sepeda lagi.

Selain hobi bersepeda, Ridho juga ahli melukis wajah. Namun terakhir ia lakukan saat ia duduk di bangku  sekolah, kini karena ia jarang memegang pulpen dan pensil ia tak lagi mengasah kemampuannya melukis wajah dikertas kosong.

Kesulitan yang dialaminya kerap ditelan sendiri. Sebab sampai saat ini diakuinya belum ada yang membantunya, kendati begitu ia mengaku tetap semangat mencari rezeki selagi masih bisa mendayung sepedanya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved