Jenis Kambing Ini, Dikembangkan di Peternakan Kambing Kampung MATFA

Jenis Kambing Ini, Dikembangkan di Peternakan Kambing Kampung MATFA

Diposkan: 23 Dec 2018 Dibaca: 1952 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Usaha ternak adalah usaha yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Begitu juga dengan masyarakat di Kampung  Majelis Ta'lim Fardhu Ain (MATFA) Indonesia yang terletak di RT 03 Darussalam, Dusun III Darat Hulu, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, Sumatera Utara.

Sejak kampung ini hadir tahun 2012 lalu, berbagai sektor pekerjaan sudah ada disini, salah satunya sektor peternakan. Dengan mengembangkan peternakan ayam dan kambing.

Khusus peternakan kambing, ada tiga jenis kambing unggulan dikembangkan. Masing-masing kambing harsip, biri-biri bulu bakar dan morino. Ketiga jenis Kambing ini memiliki keunggulan yang pastinya berpengaruh terhadap nilainya.

"Kami saat ini hanya mengembangkan 3 jenis kambing  seperti biri-biri bulu bakar, jenis ini enak memberi makannya, perawatannya tidak sulit dan harganya juga mahal. Kalau jenis harsip sangat mudah dalam pengembangbiakannya, satu indukan bisa memiliki anak 2 sampai 3 anakan," cerita Hendrik, Penanggung Jawab Peternakan Kambing Di Kampung MATFA, Sabtu, (22/12/2018).

Kambing-kambing yang kini jumlahnya 100 ekor itu perawatannya sangat baik.Dimana kandang yang terbuat dari kayu itu selalu dijaga kebersihannya.  Peternakan kambing ini tidak ada bau menyengat yang sering ditemui di peternakan lain.

Kandang tradisional namun dibangun sesuai standart peternakan ini dikatakan Hendrik dibersihkan 2 kali setiap sehari. Dibawah kandang ada semen yang sengaja di cor sehingga memudahkan melakukan pembersihan kotoran kambing.

"Konsep kandangnya ikut sesuai standart peternakan. Kotorannya kita cuci dua kali sehari lalu kita masukkan didalam goni dan kita taruhkan dibawah peternakan dan kita persilahkan masyarakat yang mau mengambilnya untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Sehingga jarang terjadi penumpukan kotoran di peternakan ini," jelas Hendrik.

Apalagi lokasi peternakan ini sangat layak, selain  masih sangat alami, lahas seluas 3 hektar di kampung Matfa ini digunakan untuk budidaya rumput odot. Sehingga tidak perlu membeli pakan dari luar peternakan. Makanannya terjaga kualitasnya, untuk makanan tambahannya pun menggunakan ampas tahu yang diambil dari pabrik tahu di kampung tersebut.

"Kambing kita sehat-sehat karena pakannya kita jaga, kita tanam sendiri rumput odot di lahan kampung ini, makanan tambahannya juga kita ambil dari pabrik tahu," paparnya.

Sementara untuk pemasaran, Hendrik mengaku karena peternakan tersebut milik kampung MATFA , penjualan bisa terjadi jika sudah melalui musyawarah, jika hasilnya setuju barulah ia bisa menjual kambingnya kepada pembeli yang datang.

"Biasanya kambing disini dibeli untuk aqiqah dan qurban, harganya dimulai Rp 1,5 Juta sampai Rp 3 Juta. Dan kita menjualnya sesuai syariat Islam umurnya harus cukup, kita jual yaitu yang berumur 1 tahun. Jika tidak cukup umur kita tidak jual," pungkasnya. (UKM06)

 


Tags

1 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved