Jelang Puasa, Pangir Mulai Diburu
Diposkan: 15 May 2018 Dibaca: 1810 kali
UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN
Pangir atau wewangian yang biasanya hadir menjelang bulan puasa Ramadhan, semakin mudah didapatkan. Seperti di Pasar Tradisional Petisah, sejumlah pedagang musiman mulai menjajakan pangir ini. Rompi Purba salah satu pedagang pangir, Selasa (15/5/2018) mengaku setiap tahun menjual bahan mandi pangir yang merupakan racikan sendiri.
“Pangir ini terdiri dari pandan, daun sere wangi, nilam, kemelu, lalu bunga pinang dan terakhir daun jeruk purut. Dan bahan-bahan ini semua hasil dari tanaman sendiri,”ujar Rompi.
Peluang ini ditangkapnya, sebab pangir sudah jadi tradisi yang dilakukan setiap menjelang puasa. “Dan memang dari kampung kami, dari nenek moyang kami, pangir ini dibuat mandi untuk menyegarkan tubuh dan bisa juga oukup,”sambungnya, dan setiap tahun Rompi mengaku bersama keluarganya membuat pangir ini hingga 500 ikat lebih dan dipasarkan dengan harga Rp 2.000 per ikatnya.
Disisi lain, Avena Matondang, Pengamat Antropolog USU menyebutkan awalnya mandi pangir ini dalam tiap tradisi bertujuan untuk membersihkan diri dalam menghadapi ritus kehidupan. Di Karo tradisi ini disebut erpangir kulau atau mandi membersihkan diri dan memanjatkan doa agar terhindar dari malapetaka selama setahun ke depan dan juga sebagai refleksi atas waktu yang lalu.
“Beda lagi kalau di Mandailing disebut Marpangir atau ritual mandi untuk membersihkan diri dan rohani. Di mana perlengkapan mandi pangir umumnya bahan-bahan alami yang memiliki aroma harum seperti pandan, putik kelapa yang masih hijau dan lain sebagainya,”terangnya. (UKM01)