Jadikan Hobi Sebagai Bisnis, Raup Untung Jutaan Rupiah dari Ayam Serama
Diposkan: 27 Jun 2018 Dibaca: 1714 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Ayam serama, merupakan ayam terkecil didunia yang berasal dari Malaysia. Ia sangat pandai menonjolkan diri serta dapat membuat siapapun terkesima dengan penampilannya. Tidak heran, banyak kalangan yang tertarik memeliharanya dengan menjadikannya sebagai satu hobi.
Salah satunya, Rusdi Koto. Pertama kali bertemu dengan ayam serama ini saat dia menjadi karyawan salah satu lembaga amil zakat yang ditugaskan ke Surabaya sekira tahun 2011 silam. “Ditahun 2011, saya ditugaskan ke Surabaya, dan disana bertemu dengan tetangga yang hobi ayam hias. Disini saya dikenalkan dengan ayam serama,”ujarnya, Rabu (27/6/2018).
Saat melihat ayam hias tersebut, Rusdi mengaku tertarik. Bentuknya yang kecil, gagah dan jinak mendorongnya untuk memiliki ayam serama ini."Saat itu masih sebatas hobi saja. Memelihara, melihatnya setiap hari," ujarnya.
Setelah bertugas selama setahun, Rusdi kembali ke Medan. Disini, sekira tahun 2013, dia bertemu dengan komunitas ayam serama persisnya di Lapangan Merdeka yang sedang melakukan sosialiasi. Ulam dicinta, Rusdi semakin semangat dan tertarik dengan hobi barunya ini. Kemudianbergabung dengan komunitas penggemar ayam serama Medan ditahun yang sama.
Dari komunitas ini, Rusdi mengaku untuk pertama kali mengikuti kontes dan berhasil meraih juara satu. Kemudian di tahun 2015, kembali ditugaskan ke luar kota. Kali ini, Bandung yang ternyata komunitas serupa lebih heboh lagi.
Disini, Rusdi mengaku belajar banyak dengan mengenai ayam serama ini, Tidak hanya bagaimana cara ternak, namun juga memelihara, serta tips agar bagus dikontes.
Setahun kemudian, Rusdi kembali ke Medan. Dari Bandung dia membawa 25 ekor ayam serama. Ayam-ayam ini kemudian diperkenalkan melalui media sosial dan mendapat merespon yang bagus, bahkan ada beberapa yang membelinya.
Melihat peluang tersebut, Rusdi pun kemudian mulai meliriknya sebagai peluang usaha. Seiring perjalanan, peminat ayam serama ini ternyata tidak hanya datang dari kota Medan. Namun juga dari luar kota, seperti Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan Nangro Aceh Darussalam Riau, Padang dan Kediri.
Tidak heran dalam satu bulan, meski harganya terbilang relatif mahal berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan ekornya, Rusdi mengaku dalam satu bulan bisa meraup omzet Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. “Target penjualan 7 ekor perbulan saja. Ini karena harga paling murah Rp 500 ribu per ekornya,”ujarnya. Dalam memasarkan ayam serama ini, Rusdi mengaku memanfaatkan media sosial dan juga komunitas. (UKM01)